Prabowo Diserang ‘’Unicorn’’

JAKARTA, PALPOS.ID – Kata “Unicorn” menjadi trending topik di laman facebook, twitter sampai instagram. Kata ini mengemuka setelah Calon Presiden Nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) mempertanyakan konsep Capres 02 Prabowo Subianto dalam pengembangan infrastruktur pendukung Unicorn atau pendanaan usaha untuk start up usaha digital. Pertanyaan ini dilayangkan dalam sesi Debat Inspiratif yang berlangsung di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2).

Jokowi mempertegas pernyataan bahwa di antara tujuh unicorn besar yang ada di Asia empat diantaranya ada di Indonesia. Prabowo yang mencoba menanggapi pertanyaan Jokowi, sempat bertanya kembali. Unicorn, Unicorn, yang di online-online itu ya, tanya Prabowo disambut anggukan kepala Jokowi yang berada di depannya.

Menariknya, Prabowo menegaskan, pengurangan regulasi merupakan langkah yang tepat saat ini, mengingat usaha start up digital berkembang sangat pesat di Indonesia, sehingga, regulasi akan dibuat lebih sederhana. “Kita kurangi regulasi, pembatasan, karena mereka sedang giat-giatnya berkembang, jadi saya dukung segala upaya untuk memperlancar usaha mereka,” kata dia.

Menurut Prabowo, pelaku startup saat ini mengalami kesulitan karena adanya tambahan regulasi, termasuk pengenaan pajak. “Ini yang mereka jadi mengeluh. Jadi, saya menyambut baik dinamika perkembangan bisnis seperti ini yang memungkinkan peluang luar biasa,” timpalnya.

Prabowo khawatir maraknya perdagangan daring atau e-commerce justru akan melarikan uang Indonesia keluar negeri. “Kalau kita tidak hati-hati, dengan antusiasme, internet dan e-commerce, ini justru akan mempercepat arus uang kita keluar negeri,” kata Prabowo.

Prabowo menegaskan, internet dan teknologi informasi berkembang sangat pesat, namun terdapat hal mendasar terkait perekonomian Indonesia yang berkaitan dengan hal tersebut. “Jadi kalau ada unicorn, ada teknologi hebat, ini nanti akan mempercepat uang kita lari keluar negeri. Ini yang saya khawatir,” tukasnya.

Ia mengklaim kekayaan Indonesia lebih banyak yang mengalir di luar negeri ketimbang di negeri sendiri. “Ada Rp11.400 triliun uang Indonesia di luar negeri. Sedangkan di seluruh bank di Indonesia uangnya hanya Rp5.485 triliun. Berarti lebih banyak uang kita di luar daripada di Indonesia,” ujarnya.

Menurutnya, hal tersebut bukan merupakan pesimismenya untuk membangun perekonomian bangsa, namun bertujuan untuk membangun kesadaran. “Ini bukan saya pesimistis, ini saya ingin membangun kesadaran soal ini,” katanya. (ful/fin)