Dua Hari Tak Terlihat, Pengemudi Ojol Ditemukan Tewas di Kamar Kontrakan

Pihak Polsek Ilir Barat I dan Identifvikasi mengevakuasi jasad korban Gunawan dari kamar kontrakannya, Senin (07/9)

PALEMBANG, Palpos.Id –Warga Jalan Inspektur Marzuki, Lorong Akbar, RT 02/01, Kelurahan Lorok Pakjo, Kecamatan Ilir Barat I, sekitar pukul 17.45 WIB, digegerkan dengan adanya orang meninggal di kamar kontrakan yang telah menebarkan aroma tak sedap.

Pria malang tersebut diketahui bernama Gunawan (40), warga setempat yang baru seminggu ngontrak di sebuah rumah yang disewakan. Korban kesehariannya bekerja sebagai pengemudi ojek online Grab.

“Tinggal di sini sendirian, kita curiga tidak keluar rumah dua hari ini. Waktu dipanggil tidak ada jawaban, tapi jendela terkunci dari dalam,” ujar warga yang membantu mengevakuasi jasad korban.

Namun menurut keterangan Toyip (50), teman dekat korban, rekannya itu memang baru seminggu tinggal sendirian di rumah kontrakan tersebut.

“Di sinilah rumahnya, baru seminggu ngontrak. Sudah 2 bulanan ini pisah ranjang, lagi ada masalah sama istrinya Na, biasalah masalah ekonomi,” ujarnya.

Almarhum juga diduga mengalami tekanan batin, sebelum ditemukan tidak bernyawa seorang diri di kamarnya. “Ya, biasa ada yang ngurus, ada tempat curhat, ini sendirian, bisa saja jadi tekanan batin,” timpalnya.

Bahkan, Rusli (64) tetangga korban mengaku, baru Minggu 6 Septembar 2020 kemarin ketemu dengan almarhum Gunawan.

“Terakhir ketemu sehari kemarin, hari Minggu. Biasanya main sama kami di depan, tidak ada keluhan, paling guyon biasa. Kalau pagi sampai sore kerja grab inilah dia, habis itu sorenya keluar lagi main gap,” terangnya.

Kapolsek Ilir Barat I, Kompol Yenni Diarti SIk melalui Kanit Reskrim Ipda Ginting SH menegaskan, pihaknya telah melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan saksi atas meninggalnya warga di kamar kontrakan di Lorong Akbar, Kelurahan Lorok Pakjo.

“Tadi waktu kami periksa, posisinya terlentang dengan sudah mengeluarkan aroma menyengat. Diperkirakan sudah meninggal sehari semalam. Tapi kita pastikan dengan dibawa ke RS Bhayangkara Polda Sumsel, nanti biar dokter forensik yang mengetahui sebab meninggalnya,” ungkapnya.

Dari pemeriksaan, pihak kepolisian tidak menemukan adanya tanda mencurigakan. “Belum ada indikasi yang janggal, seperti tanda kekerasan pada tubuhnya. Tidak ada juga barang hilang, kita selidiki lebih lanjut,” tukasnya. (adi)