Data Pemilih untuk Vaksinasi, KPU Pagaralam Tunggu Instruksi

Ketua dan anggota KPU Kota Pagaralam ketika audensi dengan Walikota Pagaralam, Rabu (23/09/2020). Foto: efvhan/Palpos.ID

PAGARALAM, PALPOS.ID – Data pemilih dimiliki KPU bakal jadi basis data penerima vaksinasi covid-19. Hal ini karena data pemilih KPU dianggap paling mutakhir. Maka, bisa jadi jumlah penerima vaksin covid-19 di Pagaralam kelak akan sama dengan jumlah pemilih yang dicatat KPU.

Data pemilih sendiri memuat nama dan alamat warga Pagaralam yang memenuhi syarat memilih. Di antaranya sudah berumur 17 tahun dibuktikan dengan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el). Sementara syarat penerima vaksin covid-19 diantaranya adalah berumur 18 tahun hingga 59 tahun.

Penggunaan data pemilih untuk kepentingan vaksinasi itu disampaikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam dialog bertajuk ‘Vaksin dan Kita’ Rabu (20/01/2021). Dialog ini disiarkan melalui akun youtube PMNC SUCi. “Aku ambil data KPU. Kayaknya itu yang paling current. Base-nya dari umur 17 tahun ke atas,” ujar Budi.

KPU Kota Pagaralam sudah mendengar rencana itu. Ketua KPU Kota Pagaralam, Rahmat Qori Setiawan Amd, mengatakan rencana itu menunjukkan pengakuan terhadap data yang dimiliki KPU. “Karena data pemilih berdasarkan kondisi di lapangan. Karena menggunakan metode Coklit (pencocokan dan penelitian),” ujarnya ketika dihubungi Senin (25/01/2021).

Meski demikian, Qori melanjutkan, pihaknya masih menunggu instruksi dari KPU RI. Hal ini untuk mengetahui secara detail mengenai pengggunaan data pemilih.

Qori mengakui kalau menggunakan data pemilih Pemilu 2019, jelas sudah mengalami perubahan. Sebab pasca Pemilu 2019, KPU terus melaksanakan pemutakhiran data secara berkelanjutan. “Data pemilih terakhir kita tetapkan Desember 2020 itu mencapai 104.468 mata pilih,” ucapnya.

Sementara Walikota Pagaralam, Alpian SH berpendapat, rencana Kemenkes menggunakan data pemilih dari KPU itu bisa dilihat dari berbagai sudut pandang. Namun ia meyakini data yang paling akurat berasal dari Disdukcapil.

Sebab bagaimanapun data awal digunakan KPU berasal Dukcapil. “Kan data KPU sudah berulangkali bermasalah. Orang meninggal dan pindah, contohnya, masih terdaftar,” ucapnya.

Ketua Fraksi PKS DPRD Pagaralam, Abdul Fikri Yanto SThI MAg sependapat dengan Alpian. Fikri bilang, alangkah baiknya data penerima vaksin Covid-19 dari Dukcapil. Hal ini karena diakuinya, masih dimungkinkan data pemilih dari KPU memiliki kekurangan dari segi keakuratan. (faj)