Hero Harus Kantongi Minimal 30 Persen Suara di PSU PALI

Pelaksanaan pilkada PALI beberapa waktu lalu. Foto: humas kpu PALI

PALEMBANG, PALPOS.ID – Pasangan Bupati dan Wabup PALI nomor urut dua, Heri Amalindo-Soemarjono (Hero) masih harus berjuang keras memastikan kemenangannya. Setidaknya, saat PSU mendatang, pasangan ini harus mengantongi minimal 30 persen suara.

Demikian dikatakan Pengamat politik dari FDS, Bagindo Togar Butar-butar, Minggu (11/04/2021). “Secara hitung-hitungan diatas kertas, peluang incumbent memenangkan pilkada masih sangat besar. Karena petahana cukup mengantongi minimal 30 persen suara. Sedangkan penantangnya, Devi Harianto–Darmadi Suhaimi (DH-DS), harus memperoleh kemenangan 72 persen dari empat TPS dilakukan PSUjika ingin memenangkan Pilkada PALI 2020,” ujarnya.

Menurut Bagindo, jika melihat basis daerah dilakukan PSU 21 April 2021mendatang, paslon nomor urut satu terbilang berat meraih suara. “Saya melihat dari 4 TPS tersebut, TPS 9 dan 10 Desa Air Itam basis paslon petahana. Kemungkinan di sana adalah basis keluarga atau kerabat dari Paslon Heri Amalindo dan Sumarjono,” ujar Bagindo.

Dikatakan Bagindo, meski di 2 TPS lainnya yang PSU yakni TPS 6 Desa Tempirai dan TPS 8 Desa Babat, paslon petahana kalah dalam perolehan suara, namun jika melihat dari jumlah DPT dan angka partisipasi kecil dari TPS 9 dan 10 Desa Air Itam maka tidak banyak menolong. “Di atas kertas perhitungan saya petahana akan menang,” imbuhnya.

Lebih lanjut Bagindo mengatakan, PSU di 4 TPS sudah selayaknya menjadi ajang atau laboratorium politik yang menampilkan dinamika aktifitas demokrasi yang bermuatan integritas moral, edukasi, fair play, alias tidak menghalalkan segala cara alias praktek pragmatisme.

“Penyelenggara Pilkada dituntut untuk bersikap akuntabel, profesional, extra netral serta konsisten menjalankan regulasi terkait pelaksanaan pemilihan. Tentu saja partisipasi aktif warga juga sangat dibutuhkan untuk mengawasi aktifitas penyelenggara, para pemilih pada 4 TPS dan Tim pendukung paslon Bupati hingga hari pencoblosan,” pesan Bagindo.

Tidak hanya itu, dalam PSU ini penyelenggara juga harus mampu bertindak tegas, bila ada pihak atau oknum yang melakukan pelanggaran. (opa/rilis)