Berperan Aktif Tingkatkan Perekonomian Masyarakat Pedesaan

Tamu undangan dan Kepsek SMKN 1 Banyuasin III Novita Sari ST MPd, beberapa waktu yang lalu. Foto: humas smkn 1 banyuasin III

BANYUASIN, PALPOS.ID – SMKN 1 Banyuasin III yang dipimpin Novita Sari, ST MPd melalui Kemendikbud mendorong Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) agar memaksimalkan perannya dalam membangun potensi di wilayah pedesaan, sehingga akan meningkatkan perekonomian masyarakat di desa.

Dengan bantuan kepala desa disekitar antaranya Desa Galang Tinggi, Sidang Mas, Tebing Abang, Rantau Bayur, Ujung Tanjung, Petaling, Pelajau Ilir, Rimba Alai, Pelajau, Terentang, Taja Mulya, Taja Raya, Program SMK Mbangun Desa bertujuan menciptakan sinergi antara SMKN 1 Banyuasin III dengan desa.

Sebenarnya potensi di desa-desa banyak, tetapi belum cukup tersentuh, misalnya kerajinan tikar dan bakul dari bahan rumbai dari Desa Sidang Mas, tepung ganyong dari Desa Pelajau, pot bunga dan asbak yang memanfaatkan batok kelapa dari Desa Ujung Tanjung.

Dimana Produk-produk yang dihasilkan UMKM desa dipasarkan baik melalui penjualan langsung  maupun media online sehingga daya jangkau produk lebih luas.

Tidak sampai disitu, produk-produk yang dihasilkan desa kita jadikan souvenir untuk tamu. Salah satu program unggulan SMK Mbangun Desa ini adalah SMKN 1 Banyuasin III membuka pelatihan bagi anak-anak yang putus sekolah  di antaranya: kursus tata rias, kursus bengkel, kursus Bahasa Inggris, dan kursus komputer. Saat ini dalam proses pengumpulan data anak-anak yang putus sekolah.

Hal ini dimaksudkan agar anak-anak putus sekolah memiliki bekal keterampilan yang bisa mereka gunakan untuk terjun ke masyarakat yang secara tidak langsung mengurangi angka pengangguran di desa.

Jadi, melalui SMK Mbangun Desa, SMK Negeri 1 Banyuasin IIItidak sekedar menjadi tempat belajarjuga ikut terlibat menciptakan lapangan pekerjaan di pedesaan.

Direktur SMK Kemendikbud, M Bakrun mengatakan, program SMK Mbangun Desa bertujuan untuk menciptakan terobosan dan mewujudkan sinergi antara SMK dan Pemerintah Desa. “SMK harus jadi solusi permasalahan bangsa, karena menyelesaikan masalah bangsa dimulai dari desa,” ujar Bakrun.

Menurut Bakrun, sinergi antara SMK dengan pemerintah desa juga diharapkan bisa membuat keberadaan SMK bermanfaat untuk lingkungan terdekatnya.

“Mengingat mayoritas SMK di Indonesia berlokasi di pedesaan,” tuturnya. Ia juga menyoroti peluang dimana SMK bisa mendampingi pengelolaan dana desa yang diharapkan bisa digunakan untuk mendirikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Program SMK Mbangun Desa di SMKN 1 Banyuasin III lanjut Bakrun sudah berjalan meskipun secara resmi belum di-launching.  Program SMK Mbangun Desa ini terangnta, secara tidak langsung bertujuan untuk memperkenalkan profil SMKN 1 Banyuasin III di tengah-tengah masyarakat desa sekitar khususnya dan masyarakat Banyuasin pada umumnya.

“Hal ini diwujudkan dengan keikutsertaan SMKN 1 Banyuasin III dalam event-event yang diadakan pihak-pihak terkait, misalnya keikutsertaan dalam pameran di SMK PP Sembawa pada tanggal 24 febuari 2021 dan juga pameran di SMKN 1 Suak tapeh pada tanggal 17 Maret 2021. Dengan adanya program SMK Mbangun Desa ini, diharapkan SMKN 1 Banyuasin III dapat berperan aktif membantu meningkatkan perekonomian masyarakat  di desa-desa sekitar,” imbuh Kepala SMKN 1 Banyuasin III Novita Sari ST MPd. (*)