Ketua DPRD Sumsel Ajak Implementasikan Pancasila Dalam Kehidupan Sehari-hari

PALEMBANG – Memperingati hari lahirnya Pancasila yang jatuh pada Selasa (1/6), Ketua DPRD Sumsel Hj RA Anita Noeringhati mengajak seluruh masyarakat untuk lebih memahami lagi pancasila, dan mengimplementasikannya pada kehidupan sehari-hari.

“Setiap tajun kita selalu mengingaatkan hari lahirnya pancasila. Karena kita tahu kalau pendiri bangsa meletakkan Pancasila menjadi ideologi dalam negara ini dan mengajak seluru masyarakat untuk mengingat kalau Pancasila adalah ideologi dan pundamental dalam bernegara,” ujar Anita.

Hj. RA. Anita Noeringhati

Menurut Anita, Pancasila merupakan dasar dan landasan ideologi bangsa Indonesia, yang isinya tercantum dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Pancasila adalah dasar atau falsafah untuk mengatur pemerintahan atau penyelenggaraan negara.

“Sebagai pedoman bangsa, Pancasila mempunyai 9 fungsi diantaranya sebagai ideologi negara, sebagai dasar negara, sebagai jiwa bangsa Indonesia, sebagai kepribadian bangsa Indonesia, sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia, dan lainnya,” ujar Anita.

Selain itu, pancasila juga mempunyai 5 sila, yang mana tiap sila mempunyai makna tersendiri. Misalnya Sila pertama yakni ketuhanan yang maha esa. Ini artinya bangsa Indonesia adalah bangsa yang beriman dan bertakwa pada Tuhan Yang Maha Esa.

Kemudian sila ke dua Kemanusiaan yang adil dan beradab yang dilambangkan dengan rntai yang tersambung utuh. Sila ini juga menunjukkan kehidupan manusia yang rukun, damai dan sejahtera. Selanjutnya yaitu sila ketiga yang berbunyi “Persatuan Indonesia” dilambangkan oleh simbol pohon beringin yang besar dan kokoh. Pohon beringin ini berada di dalam perisai berwarna putih. Ini menggambarkan nilai kesatuan dan persatuan yang harus dijunjung tinggi oleh setiap warga negara Indonesia.

“Selanjutnya sila ke 4 yang dilambangkan dengan simbol kepala banteng yang menunjukkan sikap demokrasi dan musyawarah dalam pengambilan setiap keputusan. Selanjutnya sila ke 5 dilambangkan oleh simbol padi dan kapas dengan berlatar perisai putih. Pemilihan simbol padi dan kapas ini menunjukkan bahwa pangan dan sandang merupakan kebutuhan pokok bagi seluruh masyarakat. Ini menunjukkan bahwa pemerintah berupaya untuk mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Indonesia,” jelas Anita.

Lebih jauh politisi Partai Golkar ini menambahkan, apabila seluruh masyarakat dapat menerapkan apa apa yang terkandung dalam tiap sila dari Pancasila, maka perseteruan yang heboh saat ini bilsa dihindari.

“Karena Pancasila adalah wadah kesatuan Republik Indonesia yangmana di dalamnya memuat semua cara kehidupan bernegara, mulai dari masalah ketuhanan hingga sila ke5 yakni keadilan sosial bagi seluruh masyarakat Indonesia,” kata Anita.

Kalau ditanya bagaimana kita mengimplementasikan pancasila, maka semuanya harus ditanamkan dari awal, yakni sejak kita duduk di sekolah dasar. Kalau zaman saya dulu kita diberikan pendidikan tentang kewarganegaraan, pendidikan Pancasila dan menurut saya ini sangat penting.

Sebagai ketua DPRD saya berharap, pemerintah bisa menerapkan pendidikan agama, kewarganegaraan harus diberikan sejak dini.

“Menurut saya pendidikan Pancasila harus dikembalikan, sehingga kita tahu apa itu pancasila dan apa makna dari semua lambang yang tercantum dalam setiap sila. Untuk itu sekali lagi saya berharap agar kurikulum soal Pancasila ini dikembalikan,” ujarnya.

Kalau perlu pancasila kembali digelorakan, kalau perlu Pancasila tidak hanya diucapkan pada saat saat tertentu saja. Tetapi Pancasila harus benar benar digelorakan, sehingga di dalam batin kita, didalam jiwa kita itu sesuai dengan isi yang tertuang dalam Pancasila,” ujarnya. (*)

Tonton bincang lengkap bersama Ketua DPRD Sumsel