Jalur Pendakian Gunung Slamet Ditutup

Para pendaki yang camping di Gunung Slamet, beberapa waktu yang lalu. Foto: FAISAL R. SYAM/FAJAR INDONESIA NETWORK

TEGAL, PALPOS.ID – Jalur pendakian menuju puncak Gunung Slamet viaGuci, Bumijawa ditutup sementara selama 12 hari. Mulai tanggal 10 hingga 21 Juni 2021. Hal itu sebagai langkah untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Kabupaten Tegal.

“Jadi, tidak hanya tempat wisata yang ditutup, jalur pendakian juga sementara dinonaktifkan dulu,” kata Koordinator Basecamp Permadi Guci Ali Burhan, Minggu (13/06).

Di akhir pekan ini, basecamp pendakian Permadi Guci memang tampak sepi. Tidak ada aktivitas apa pun. Hanya terlihat tulisan pendakian tutup di atas meja registrasi. Padahal, biasanya setiap akhir pekan para pendaki banyak berdatangan dari luar kota dan sibuk registrasi.

Menurut Ali, kebijakan penutupan sementara ini mendasari Surat Edaran (SE) Bupati Tegal Nomor: 443.5/B.848 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Gerakan Kabupaten Tegal Bangkit Melawan Covid-19. Kemudian surat edaran dari Perhutani tentang Penutupan sementara Objek Wisata wilayah KPH Pekalongan Barat di Kabupaten Tegal.

“Kita tutup karena mematuhi aturan pemerintah. Dengan penutupan ini, kami akan melakukan evaluasi tentang Prokes yang sudah berjalan dan akan berbenah untuk perawatan lingkungan di jalur pandakian dan camping ground-nya,” ujarnya seperti dikutip dari Radar Tegal (Fajar Indonesia Network Grup).

Dirinya tak menampik, penutupan itu memang berdampak cukup besar. Sebab, banyak agenda untuk pekan ini dan pekan depan yang gagal dilaksanakan.

“Sebenarnya pekan ini dan pekan depan itu agenda camping ground dan pendakian banyak. Karena banyak yang sudah konfirmasi dan booking acara. Dengan adanya surat edaran ini, kami langsung koordiansi dengan semua pihak acara untuk ditunda kegiatannya dengan alasan yang sudah kami jelaskan itu,” ujarnya.

Kendati banyak agenda dibatalkan, pihak basecamp tidak mempermasalahkan penutupan jalur pendakian selama 14 hari. Hal itu ada dampak positifnya, terutama pada pemulihan ekosistem, evaluasi prokes, dan lainnya. “Semoga kasus Covid-19 ini segera berakhir,” tukasnya. (yer/gun)