360 Hektare Sawah Terlantar, Kata Cik Ujang Ini Penyebabnya

Cik Ujang meninjau irigasi jebol karena derasnya arus Sungai Lematang, Rabu (16/06). Foto: humas pemkab lahat

LAHAT, PALPOS.ID – Kabar gembira untuk masyarakat terutama petani empat desa di Kecamatan Lahat Selatan, yakni Desa Tanjung Payang, Banjar Negara, Nantal dan Desa Tanjung Tebat. Pasalnya irigasi Lematang 2 di Desa Tanjung Payang yang jebol diawal tahun 2020 lalu, dalam waktu dekat akan diperbaiki.

Jebolnya irigasi tersebut akibat diterjang derasnya arus Sungai Lematang. Imbasnya bukan hanya area wisata Tangga Manik yang mati karena tidak ada air, sawah seluas 360 hektare milik warga empat desa sempat tidak bisa digunakan akibat tidak ada air.

“Untuk irigasi yang jebol, bulan ini mulai dikerjakan. Masyarakat harus ikut mengawasi, agar pengerjaannya berjalan baik,” ujar Bupati Lahat, Cik Ujang SH, Rabu (16/6).

Imbas pertanian akibat irigasi jebol sebenarnya bukan hanya terjadi di Desa Tanjung Payang. Kecamatan Tanjung Sakti, Mulak Ulu dan beberapa kecamatan lainnya juga merasakan imbas bencana alam yang menghantam irigasi hingga sawah warga.

Untuk itu, Bupati Lahat meminta, pengerjaan harus dilakukan dengan benar, agar masyarakat atau petani tidak lagi alami kesulitan.

“Jangan sampai sudah dibenari dengan dana Rp 8 miliar, lahan sawah warga masih alami kekeringan. Siapapun kontraktornya nanti, bagaimana caranya seluruhnya harus teraliri air,” sampai Bupati Lahat.

Sementara, Sapri, Kades Tanjung Payang mengucapkan terima kasih kepada Bupati Lahat, yang telah menganggarkan perbaikan irigasi jebol di tahun ini. Menurutnya, pihaknya sudah lakukan upaya membuat tanggul sementara sepanjang 20 meter, agar air bisa kembali masuk, tapi kembali roboh dihantam arus sungai.

“Terima kasih Pak Bupati, aliran irigasi ini sangat penting untuk warga empat desa. Selain untuk pertanian, juga untuk peternakan dan resapan air sumur warga,” ujar Sapri. (*)

Editor: Bambang Samudera