Eksekusi Mati Tika Cs Tunggu Grasi

Kepala Kejaksaan Tinggi Negeri Kota Pagaralam.(Foto:Istimewa)

PAGARALAM, PALPOS.ID – Masih ingat kasus pembunuhan berencana yang menimpa seorang pegawai Toko Linda dan anaknya Selvi pada akhir 2018 silam? Saat ini, menurut keterangan pihak Kejaksaan Negeri Kota Pagaralam, masih menunggu kejelasan eksekusi terhadap terdakwa Tika. Sebelumnya, perkara pembunuhan berencana yang melibatkan tiga pelaku (Tika, Riko dan Jefri, red) ini, divonis hukuman mati oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Pagaralam pada Agustus 2019 silam.

Kajari Pagaralam, M Zuhri SH MH melalui Kasi Intelijen, Lutfi Fresly SH MH mengatakan, jika perkara Tika Cs ini menunggu kejelasan eksekusinya. “Saat ini kita belum bisa melakukan eksekusi terhadap terdakwa Tika, karena menunggu  grasinya diterima atau ditolak berdasarkan keputusan presiden,” ujar Lutfi seraya mengatakan untuk proses grasi atau meminta pengampunan ini bergantung keputusan presiden.

Grasi, upaya hukum terakhir tentukan nasib terdakwa Tika dan rekannya Riko untuk mencari keadilan atas kejahatan sadis yang dilakukan mereka. “Upaya kasasi terkait kasus pidana pembunuhan berencana yang dilakukan terdakwa Tika dan rekannya Riko sudah keluar, hasilnya (Mahkamah Agung) menguatkan keputusan PN Kota Pagaralam yang menjatuhi hukuman mati kepada terdakwa,” papar Lutfi.

Dia juga menambahkan, sudah menjadi hal biasa terdakwa mengajukan keringanan hukuman hingga grasi atau mengajukan pengampunan ke presiden. “Sudah menjadi hak mereka mengajukan keringanan atas keberatan putusan hukuman dari majelis hakim. Contoh perkaranya vonis mati terdakwa pembunuhan berencana ini,” ulas dia.

Diberitakan sebelumnya, Khaidir Murni SH selaku pengacara hukumnya,  membenarkan bahwa upaya hukum yang dilakukan kliennya ditolak. Sama halnya dengan di tingkat banding di Pengadilan Tinggi Palembang pada 26 September silam, hasilnya menguatkan keputusan PN Pagaralam No.56/PID.B/2019/PN Pagaralam tertanggal 20 Agustus 2019.(*)

Editor : Umnah