Gus Nadir Minta Jangan Benturkan Syariat Islam dengan Budaya

Gus Nadir. Foto: dok. Istimewa/fin.co.id

JAKARTA, PALPOS.ID – Cendekiawan Nahdatul Ulama (NU) Nadiesyah Husen meminta agar semua pihak tidak membenturkan ajaran agama dengan budaya nusantara.

Salah satunya penggunaan jilbab yang merupakan kewajiban bagi muslimah, dan penggunaan kebaya yang merupakan budaya Jawa.

“Gak usah dibenturkan. Yang pakai kebaya gak usah dibilang melanggar syariat. Yang pakai gamis dan jilbab gak usah dibilang merusak budaya bangsa,” cuit pria yang biasa dipanggil Gus Nadir ini di lama akun Twitter-nya, Sabtu (26/6).

Gus Nadir menganjurkan agar bersikap toleransi dalam hal menjalankan syariat dan juga budaya.

“Kita hormati pilihan dan tafsir pakaian serta budaya masing-masing. Dikombinasikan juga boleh: jilbaban pakai kebaya,” tulisnya.

Sebelumnya di cuitan lain, Gus Nadir juga tidak setuju apabila cara berpakaian dalam Islam dikaitkan dengan radikalisme dan teroris.

“Radikal-radikul itu bukan soal pakaian. Yang pakai cadar, gamis atau celana cingkrang atau jilbab syar’i tidak lantas membuat mereka otomatis jadi radikal, taliban, kadrun atau apapun labelnya,” katanya belum lama inj.

Gus Nadir menilai, isu dan tuduhan radikal terhadap cara berpakaian merupakan cara-cara pemecah bela persatuan.

“Repot kalau soal ginian aja gak paham-paham dan terus mainkan isu memecah belah bangsa,” katanya. (dal/fin)