Sepekan Jelang Idul Adha, Disbunnak OKI Akan Periksa Kesehatan Hewan Kurban

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Disbunnak Kabupaten OKI, Sadi Purwanto saat diwawancarai di ruang kerjanya, Selasa (06/07). Foto: diansyah/palpos.id

KAYUAGUNG, PALPOS.ID– Sepekan atau H-7 Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah, Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kabupaten OKI akan melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban dijual para pedagang.

Hal itu disampaikan Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dsbunnak OKI, Sadi Purwanto saat diwawancarai awak media di ruang kerjanya, Selasa (06/07).

“Kalau saat ini masih belum ada atau sepi, jadi kemungkinan mendekati lebaran Idul Adha, penjual hewan kurban baru mulai marak. Biasanya satu pekan mendekati lebaran sudah mulai ramai pedagang yang jual,” ungkap.

Ditambahkannya, pemeriksaan hewan-hewan kurban itu akan dilakukan para petugas dari Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan).

“Jadi, H-7 petugas akan mulai bergerak melakukan pemeriksaan hewan kurban. Pemeriksaan oleh Disbunnak ini melalui 5 UPTD Puskeswan tersebar di OKI,” ujarnya.

Dikatakannya lagi, kelima UPTD Puskeswan tersebut yakni UPTD Mesuji Raya diantaranya Kecamatan Mesuji Raya, Mesuji Makmur, dan Mesuji. Lalu, UPTD Lempuing meliputi, Kecamatan Lempuing, Lempuing Jaya, Teluk Gelam dan Pedamaran.

Selanjutnya, UPTD Kayuagung meliputi Kecamatan Tanjung Lubuk, SP Padang, Jejawi dan Kayuagung. Kemudian, UPTD Pampangan meliputi Kecamatan Pampangan, Pangkalan Lampam, Tulung Selapan dan Air Sugihan.

Terakhir UPTD Pedamaran Timur meliputi Kecamatan Sungai Menang dan Cengal dan Pedamaran Timur itu sendiri. “Dalam memeriksa hewan kurban, petugas UPTD puskeswan dibantu penyuluh pertanian lapangan. Karena kalau hanya mengandalkan petugas UPTD tidak akan mencukupi,” tuturnya.

Dijelaskannya juga, pemeriksaan terhadap hewan kurban yakni secara fisik terlebih dahulu, misalnya tidak cacat dan umur hewan masuk syarat sah kurban. Dimana umur hewan kurban jenis kambing harus 1 tahun dan Sapi minimal 2 tahun.

Dalam pemeriksaan terangnya, sering ditemukan ada hewan sakit, luka, dan cacat, dan biasanya akibat benturan dalam perjalanan (transportasi). Makanya, untuk hewan mengalami hal tersebut harus diobati dahulu, dan yang cacat serta tidak cukup umur agar tidak dijual. (*)

Editor: Bambang Samudera