Disbunnak OKI Wajibkan Pedagang Hewan Kurban Punya Surat Kesehatan

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Disbunnak Kabupaten OKI, Sadi Purwanto saat diwawancarai di ruang kerjanya, Selasa (06/07). Foto: diansyah/palpos.id

KAYUAGUNG, PALPOS.ID – Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kabupaten OKI mewajibkan setiap pedagang hewan kurban di walayah Bumi Bende Seguguk untuk memiliki surat kesehatan hewan.

“Surat kesehatan ini berarti menunjukkan hewan tersebut sehat. Karena salah satu syarat sahnya hewan kurban ialah harus sehat,” ungkap Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Disbunnak OKI, Sadi Purwanto saat dihubungi Palpos.Id via seluler, Rabu (07/07).

Ditambahkan dia, yang mereka khawatirkan, jika hewan kurban tersebut mengalami sakit, takutnya menular ke hewan-hewan yang lainnya, makanya harus diperiksa terlebih dahulu.

“Untuk membuat surat kesehatan ini, nanti ada dokter yang akan melakukan pemeriksaan. Dimana tim hewan kurban itu akan turun melakukan pengecekkan di tempat-tempat penjualan hewan kurban oleh para pedagang,” ujarnya.

Dikatakan Sadi, pedagang hewan kurban harusnya  memberikan informasi atau sudah terdaftar di Disbunnak, sehingga mereka bisa melakukan pengecekkan secara langsung di lokasi.

“Tapi kadang-kadang yang berada di pasar kaget itu sendiri tidak termonitor, karena tidak terdaftar. Begitu  juga yang lokasinya jauh dan tidak termonitor sehingga sulit untuk dilaksanakan pemeriksaan,” tuturnya.

Lebih lanjut, dia mengharapkan kerjasama dari para pedagang hewan kurban untuk melapor terlebih dahulu ke Disbunnak sehingga pedagang tersebut sudah terdaftar dan mudah diperiksa hewannya.

“Jadi, para pedagang ini cukup datang ke dinas saja dan melaporkan dimana tempat mereka membuka lapak atau berjualan, tanpa ada biaya apapun,” terangnya.

Terakhir, seharusnya juga, pembeli menanyakan surat kesehatan itu, karena pada saat penjualan pasti tercantum umurnya berapa. Misalnya, sapi minimal umurnya harus dua tahun dan juga sehat baru bisa dijual. (*)

Editor: Bambang Samudera