Pengamanan Ketat Warnai Pelantikan Kades Bersengketa

Terlihat pasukan pengamanan dan kendaraan polisi dan damkar disiagakan di Pemkab OKU Timur, Rabu (07/07). Foto: ardi/palpos.id

MARTAPURA, PALPOS.ID – Pasca aksi unjuk rasa sehari sebelumnya yang memprotes rencana pelantikan 12 Kepala Desa yang masih bersengketa dari masyarakat salah satu desa, Pemerintah Kabupaten OKU Timur tetap melaksanakan pelantikan 12 Kepala Desa yang masih bermasalah tersebut.

Bahkan, mulai masuk gerbang Pemkab hingga lingkungan Pemkab, Pol PP hingga aparat kepolisian disiagakan mengamankan prosesi pelantikan, Rabu (07/07).

Sejumlah komentar warga pun menyebut jika pengamanan itu dianggap berlebihan. “Pecak nak perang bae, gawat nian,” kata Fedyan seorang warga Martapura ketika dibincangi.

Pemandangan ‘tegang’ itu diakui oleh Kabag OPS Polres OKU Timur, AKP Liswan, sebagai upaya preventif terkait sengketa Pilkades yang masih berjalan. “Pencegahan jika nanti ada massa yang menolak kegiatan pelantikan hari ini,” kata Kabag OPS.

Dijelaskan Liswan, secara rinci sebanyak 30 Personel Brimob, 170 Polres dan Cadangan 70 personel dikerahkan. Sedang Personel TNI 30 dan Personel Satpol PP 30 orang (1 peleton).

“Personel dilengkapi pakaian anti huru-hara dan senjata api. Semoga tidak terjadi hal yang tidak diinginkan terkait Pilkades hari ini,” tambahnya.

Personel tersebut ditempatkan dan berjaga di empat penjuru antara lain jalan masuk di seberang Kejaksaan Negeri OKU Timur, di dekat Kantor Satpol PP dan Lapangan Upacara Pemkab OKU Timur dan gerbang depan.

Tampak pula kendaraan Taktis Apache, Water Canon terparkir bersebelahan dengan Blangwir dan mobil ambulance sebanyak 4 unit.

Sejauh ini belum ada keterangan resmi dari pemerintah OKU Timur terkait pengamanan ketat dalam kegiatan pelantikan 12 Kades yang masih bersengketa di OKU Timur ini. (*)

Editor: Bambang Samudera