Bangunan Tak Berizin Bakal Dipasang Plang Peringatan

Walikota Prabumulih H Ridho Yahya. (Foto: Istimewa)

PRABUMULIH, PALPOS.ID – Walikota Prabumulih, Ir H Ridho Yahya MM menegaskan, jajarannya akan melakukan pemasangan plang peringatan tanda belum ada Izin Mendirikan Bangunan (IMB) disetiap bangunan milik developer pengembang perumahan yang belum mengantongi izin resmi mendirikan bangunan.

“Jadi di perumahan itu akan kita buat juga, kita pasang tulisan kalau bangunan itu tidak memiliki izin. Semua bangunan tidak ada izin akan kita pasang,” ujar Ridho Yahya ketika diwawancarai usai mengikuti paripurna DPRD Kota Prabumulih, Rabu (14/07/2021).

Dikatakannya pemasangan plang peringatan itu, bukan untuk menghambat investasi di Kota Prabumulih. Akan tetapi, agar pemilik usaha tetap mengikuti aturan yang berlaku dengan melengkapi perizinan. “Surat legal dan tidak legal itu harus dihormati juga dan dilengkapi, bukan maksud menghambat tapi perizinan harus ada,” ungkapnya.

Sementara, Lurah Kelurahan Gunung Ibul, Fitriyadi SH menegaskan pihaknya telah melakukan pendataan terhadap pengembang perumahan yang ada diwilayah Kecamatan Prabumulih Timur. Dari sejumlah developer yang ada salah satunya tidak memiliki IMB.

“Setelah kita surati, pihak developer menyerahkan company profil mereka dan setelah kita periksa ke dinas DPM PTSP ternyata perumahan yang viral (memasang pagar di depan rumah warga-red) kemarin belum memiliki IMB,” ucapnya.

Dalam dokumen company profil yang disampaikan pihak perusahaan tersebut, memuat perizinan namun diperuntukkan perumahan lain dengan objek lokasi berbeda. “IMB dalam company profil itu untuk perumahan lain mungkin GPI 1 dan lokasinya beda,” bebernya.

Karena itu sambung Fitriyadi, pihaknya langsung berkoordinasi dengan pihak kecamatan untuk mengambil langkah lebih jauh yaitu berkoordinasi dengan satuan polisi pamong praja dan dinas penanaman modal dan perizinan terpadu satu pintu. “Untuk penindakan itu tugas Satpol PP selaku penegak perda untuk menindaklanjuti dan kita hanya merlaporkan hasil temuan kita dilapangan,” imbuhnya.

Untuk diketahui, terungkap karena aksi penutupan akses jalan salah satu warga oleh pihak pengembang perumahan. Ketika itu, lurah dan pol PP serta sejumlah organisasi masyarakat berusaha memediasi. Hingga akhirnya, pagar penghalang dibongkar dan warga tersebut membayar uang kompensasi kepada developer. (*)