Ganggu, Hindari Jemur Kawe di Jalan

Kualitas kopi tergantung cara petani mengolahnya, salahsatunya dengan tidak menjemur kopi di atas badan jalan umum, Kamis (22/07). Foto: efvhan/palpos.id

PAGARALAM, PALPOS.ID – Walikota Pagaralam, Alpian SH mengimbau petani tak menjemur kopi di atas badan jalan umum. Sebab ini bisa menurunkan kualitas kopi, sekaligus mengganggu aktivitas pengguna jalan. “Mari kita jaga nama baik kopi kita,” ajak Wako Alpian.

Aktivitas menjemur kopi di atas badan jalan umum memang kerap terjadi, terutama ketika musim panen kopi. Penyebabnya, karena tak semua petani kopi di Pagaralam memiliki halaman yang luas. Maka mereka terpaksa menjemur buah kopi yang baru saja dipetik ke badan jalan aspal.

Wakil Ketua Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Provinsi Sumsel, Jhonsi Hartono Amd membenarkan kebiasaan sebagian petani di Pagaralam yang menjemur kopi di badan jalan aspal.

Jhonsi bilang, ini dilakukan karena petani tak punya pilihan lain. “Faktor pertama karena kondisi tempat (halaman) yang sempit,” ungkapnya ketika dihubungi, Kamis (22/07).

Faktor kedua lanjut Jhonsi adalah karena menjemur di atas aspal dianggap petani merupakan cara tercepat supaya kopi basah jadi cepat kering.

Sedangkan faktor ketiga adalah faktor keamanan. Namun diakui Jhonsi, menjemur kopi di badan jalan aspal memungkinkan aktivitas pengguna jalan terganggu. “Sebetulnya penjemuran kopi itu yang lebih bagus di atas terpal. Akan lebih bagus lagi kalau dijemur pakai terpal dan ditaruh di atas lantai semen,” tambahnya pula.

Sementara itu Ketua Masyarakat Agribisnis dan Agroindustri Indonesia (MAI) Kota Pagaralam, Anis mengatakan kebiasaan menjemur kopi di atas badan jalan aspal bukanlah kehendak petani. “Mungkin karena keadaan. Tidak punya halaman, petani ingin kopinya cepat kering,” ujarnya menerangkan.

Namun, Anis mengimbau petani untuk memilih menjemur kopi di atas badan jalan aspal. Sebab, ini berpengaruh dengan kualitas kopi kelak. “Soalnya pasti kena ceceran oli, bensin, dan lain-lain,” ujarnya. (*)

Editor: Bambang Samudera