Jelang HUT RI, Pedagang Bendera Dadakan Mengaku Sepi Pembeli

Hermawan (34) yang terlihat duduk sambil menunggu pembeli dagangan benderanya, Kamis (29/7). (Foto : Diansyah/Palpos.id)

KAYUAGUNG, PALPOS.ID – Menjelang momentum perayaan HUT RI ke-76 yang jatuh pada tanggal 17 Agustus 2021 mendatang. Mulai dimanfaatkan oleh sejumlah pedagang bendera dadakan untuk meraup rupiah.

Sejumlah pedagang musiman ini mulai bermunculan di wilayah Kota Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir. Dimana dalam pantauan Palpos.Id, terlihat mereka ada yang berjualan di pinggir-pinggir jalan, Kelurahan Mangun Jaya, Kecamatan Kayuagung.

Namun, sungguh disayangkan, di tengah pandemi covid-19  yang saat ini tengah dirasakan oleh seluruh masyarakat di Indonesia tak terkecuali di OKI, menyebabkan pembeli menjadi sepi.

“Saya sudah berjualan dari tanggal 26 kemarin mas. Dan biasanya mulai dagang dari pukul 08.00 WIB, lalu pulangnya sekitar pukul 17.00 WIB,” ungkap Hermawan (34) salah satu pedagang bendera dadakan yang dijumpai Palpos.Id, Kamis (29/7) sekitar pukul 15.00 WIB.

Saat disinggung seberapa banyak benderanya yang sudah laku. Dengan nada rendah, pria ini mengaku bahwa hari ini dagangannya semenjak tadi pagi baru  hanya satu yang terjual.

“Yang jelas karena saat ini lagi musim Covid-19 mas. Kalau dulu sebelum adanya virus yang membuat semuanya sulit ini, pembeli masih ramai-ramai saja. Oleh karena itu, saya harap virus ini bisa hilang dahulu, baru semuanya biasa kembali normal lagi,” ujarnya.

Meskipun begitu, pria dengan dua anak ini mengaku adalah pedagang datangan dari Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Dimana di OKI, dia tinggal bersama salah seorang keluarganya yang ada di wilayah Bumi Bende Seguguk itu.

“Kalau di Bandung itu sudah banyak yang berjualan bendera seperti saya. Tapi kalau di OKI tidak terlalu, makanya berjualan disini. Dan ini sudah saya lakukan dalam empat tahun terakhir,” tuturnya.

Meskipun begitu, Hermawan memang hobi dalam merantau demi menghidupi keluarga. Sehingga, dirinya mengaku juga pernah berjualan bendera dadakan di daerah Belintang, Kabupaten OKU Timur.

“Bahkan berjualan disana jauh lebih lama ketimbang di OKI. Namun, dibandingkan OKU Timur, disini lebih banyak pembelinya, sedangkan disana tidak karena lokasinya yang memang banyak kebun sawit. Tetapi sejak pandemi semuanya terasa sama saja,” jelasnya.

Sementara itu, untuk harga-harga bendera yang dijualnya dengan kisaran Rp 5 – 200 ribu. Seperti bendera umbul-umbul yang dihargai Rp 25 ribu, bendera dekron warna merah putih Rp 150 ribu, dan bendera dekron berlambang garuda Rp 200 ribu. “Kalau yang harga Rp 5 ribu juga ada. Tapi untuk yang diletakkan di mobil-mobil,” tuturnya.

Ditambahkannya, untuk pembeli sendiri biasanya banyak dari dinas-dinas. Namun, kalau masyarakat biasa sangat sedikit, karena harganya yang mungkin terbilang mahal.

“Kalau sedang tidak ada momen seperti ini, di Bandung saya juga dagang tas mini. Namun, hingga tanggal 16 Agustus, untuk sementara berjualan bendera dahulu,” tutupnya. (*)