Ketua PGRI Sumsel Usulkan Bantuan Rp 2 Triliun untuk Vaksin Guru dan Siswa di Sumsel

Ketua PGRI Sumsel, Ahmad Zulinto. Foto: Cuci/Palpos.id

PALEMBANG, PALPOS.ID – Sosok keluarga Almarhum Akidi Tio belakangan ini tengah diperbincangkan oleh masyarakat. Pasalnya pada Senin (26/7) yang lalu, keluarga almarhum Akidi Tio memberikan Dana hibah sebesar Rp2 Triliun kepada Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri untuk penanggulangan Covid-19 di Sumsel.

Ketua PGRI Sumsel, Ahmad Zulinto mengatakan senang mendengar ada seorang pengusaha yang membantu memberikan bantuan untuk penanganan covid-19 di Sumsel.

“Secara pribadi saya sangat senang adanya bantuan untuk membantu menanggulangi masalah covid-19,” kata Zulinto, Kamis (29/07).

Untuk itu, ia mengusulkan dan memberikan masukan agar uang yang diberikan tersebut dapat berguna tepat jika diberikan vaksin kepada masyarakat Sumsel, khususnya bagi para tenaga pendidik dan siswa-siswi di Sumsel.

“Saya selaku ketua PGRI Sumsel dan atas nama semua guru, anak didik mulai semua jejang, TK, SD sampai SMA/SMK bahkan mahasiswa  yang ada di Sumsel agar dapat diberikan vaksin,” usul Zulinto.

Menurut Zulinto, vaksin bagi para tenaga pendidik dan siswa-siswi termasuk mahasiswa ini sangat penting, guna mendukung proses pembelajaran tatap muka agar bisa digelar secara terbatas.

“Proses kegiatan belajarsecara tatap muka dapat dilakukan, meski secara terbatas, jika vaksin bagi guru, pelajar, dosen, mahasiswa sudah terlaksana,”ungkap Zulinto.

Karena harapan PGRI Sumsel supaya anak-anak di Sumsel bisa sekolah jika semuanya bisa divaksin, bukan hanya tenaga pendidik saja.

Ia menambahkan, tak hanya guru dan siswa saja, anak dan orangtua siswa yang ikut mengantarkan anaknya kesekolah, diharapkan juga dapat menerima vaksin.

“Jadi kalau bisa semua harus sudah divaksin, dari tenaga pendidik, siswa-siswi dan orangtua wali murid yang ikut mengantarkan anaknya kesekolah agar dapat menjaga kekebalan tubuh dari virus corona atau desease-19,” terangnya.

Lanjutnya, karena seperti yang kita ketahui bersama, saat ini vaksin dari pemerintah sangat terbatas, sehingga masyarakat pun kesulitan untuk mendapatkan vaksin.

“Untuk di Sumsel sendiri  masih banyak guru yang belum di vaksin. Di kota Palembang data kita baru 86 persen guru yang sudah divaksin, selebihnya belum divaksin,” tutupnya. (*)

Editor: Bambang Samudera