Penerapan Intervensi Psikologis, Bangkitkan Semangat Siswa pada Saat Belajar Daring

Foto bersama orang tua wali murid dan anak-anak. (Foto : Istimewa)

PALEMBANG, PALPOS.ID – Sebagai upaya untuk mengurangi penyebaran virus COVID-19 yang lebih luas. Universitas Sriwijaya (Unsri) Program Studi Psikologi melaksanakan PKL Mandiri pada awal tahun 2021.

Pelaksanaan PKL mandiri ini sendiri dilaksanakan setiap mahasiswa di daerah tempat tinggalnya masing-masing dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang ada.

Amalia Hasnah salah satu mahasiswi Program Studi Psikologi FK Unsri angkatan 2018 yang melaksanakan PKL secara mandiri dibimbing oleh satu orang dosen yaitu Bapak Indra Prapto Nugroho S.Psi., M.Si. dan satu orang guru yang bertugas sebagai pembimbing lapangan Ibu Diah Febriani, M.Pd  di SDN 169 Palembang.

Dalam menghadapi situasi pandemi seperti saat ini, pemerintah menerapkan sistem belajar dalan jaringan (daring). Salah satunya terjadi pada siswa-siswi kelas 4 B di SDN 169 Palembang.

Banyak masalah yang terjadi ketika siswa-siswi menjalani sekolah daring. Salah satu masalah psikologis akibat dari pembelajaran daring ini adalah mengenai motivasi belajar yang menurun.

“Pembelajaran daring pada masa pandemi seperti sekarang tidak efektif kebanyakan siswa-siswi harus disuruh terlebih dahulu ketika disuruh belajar dan cenderung tidak bersemangat atau malas-malasan ketika harus mengerjakan tugas dari sekolah,” ungkap salah satu wali murid sekaligus Orang tua siswa saat dilakukan wawancara.

Tak hanya itu, sejumlah siswa juga mengeluhkan bahwa tugas yang diberikan oleh guru disekolah terlalu banyak. Belum lagi ketika melaksanakan sekolah daring dirumah.

“Anak-anak kesulitan membagi waktu antara bermain dan sekolah,” kata Wali murid yang lain.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut fokus PKL yang dilaksanakan Amalia Hasnah selama satu bulan yakni bagaimana cara meningkatkan motivasi belajar pada siswa-siswi kelas 4 B di SDN 169 Palembang.

Dengan adanya kerja sama dengan siswa-siswi kelas 4 B, wali murid/orang tua serta Ibu Diah Febriani, M.Pd selaku guru/ wali kelas 4 B, ibu Siti Sofiah, S.Pd selaku kepala sekolah SDN 169 Palembang, serta bimbingan Bapak Indra Prapto Nugroho S.Psi., M.Si., rangkaian kegiatan PKL dengan fokus meningkatkan motivasi belajar siswa-sisiwi selama pembelajaran daring dapat berjalan dengan lancar.

Rangkaian intervensi PKL ini pun dilaksanakan secara luring dan daring untuk meminimalisir pertemuan dikarenakan situasi pandemi seperti sekarang.

“Intervensi saat daring berupa games cerdas cermat dan ranking satu dimana berisi soal-soal yang dapat melatih nalar dan logika anak serta berisi tentang edukasi pengetahuan mengenai materi pelajaran anak sesuai dengan tingkat pendidikannya,” ungkap Amalia.

Ia menjelaskan,  pada games tersebut juga diterapkan sistem reward, baik dalam bentuk simbol seperti hadiah, maupun verbal seperti pujian, dengan tujuan untuk meningkatkan motivasi anak.

“Kegiatan ini juga disertai dengan pemberian psikoedukasi mengenai Reward Education dan Coping Stress Education setelah sesi games, agar anak serta orang tua yang mendampingi melalui aplikasi zoom mendapatkan edukasi serta memahami kegiatan yang dilaksanakan,”ujar Amalia.

Tidak hanya itu, intervensi ini juga berisi kegiatan kuis berwaktu (A Timed Quiz) yang berisi soal-soal pelajaran yang juga diberlakukan sistem reward bagi siswa-siswi yang dapat mengumpulkan tugas cepat waktu dengan jawaban benar banyak melalui via whatsapp.

“Setelah kuis juga kembali diadakan psikoedukasi melalui zoom mengenai Time Planner Education yang berisi tips dan trik membagi waktu antara bermain dan belajar,” terangnya.

Menurut Amalia, Intervensi yang telah dilakukan selama satu minggu lebih ini memberikan hasil yang cukup baik pada peningkatan motivasi belajar siswa-siswi.

Berdasarkan dari hasil wawancara orang tua siswa-siswi, ketika mereka menerapkan sistem reward kepada anak-anak mereka saat menjalankan sekolah daring, anak-anak lebih termotivasi untuk mengerjakan tugas-tugas sekolah tidak seperti sebelumnya yang lebih banyak mengeluh dan mengulur waktu saat pengerjaan tugas.

Meski orang tua harus lebih sabar dalam menjalankan sistem tersebut, akan tetapi anak-anak tidak sesulit sebelumnya saat harus mengerjakan tugas sekolah.

“Para orang tua juga menerapkan sistem beberapa menit istirahat saat anaknya mengeluh kelelahan akibat tugas yang banyak, seperti 10 menit mendengarkan musik atau 10 menit bermain games, kemudian setelah waktu habis lanjut lagi mengerjakan tugas,”jelasnya.

Lanjutnya, dalam pernyataan mereka (orang tua wali murid) cara ini juga cukup efektif untuk mengembalikan semangat belajar anak ketika menghadapi tekanan dari tugas yang banyak. (*)