Prof Tan Malaka Beri Strategi Trisula dalam Manajemen Covid-19 di Sumsel

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Prof dr Tan Malaka MOH SpOK DrPH HIU saat menjadi narasumber dalam FGD Sinergitas Kebangsaan Untuk Akselerasi Penanganan Covid - 19 di Sumatera Selatan yang digelar secara virtual oleh Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya, Kamis (29/7). (Foto: tangkap layar official FH Unsri)

PALEMBANG, PALPOS.ID – Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Prof dr Tan Malaka MOH SpOK DrPH HIU mengemukakan, masih tingginya angka kematian akibat virus Covid-19 di Sumatera Selatan perlu menjadi perhatian serius.

Untuk itu ia meminta kepada Pemprov Sumsel agar dapat melakukan upaya-upaya konkret guna menurunkan angka kematian tersebut.

Hal itu diungkapkannya saat menjadi narasumber dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema Sinergitas Kebangsaan Untuk Akselerasi Penanganan Covid-19 di Sumatera Selatan, yang diselenggarakan secara virtual oleh Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya, Kamis (29/7).

Pada kesempatan itu Prof Tan memberikan strategi trisula dalam manajemen Covid-19 di Sumatera Selatan. Strategi trisula ini terdiri dari tiga fokus yaitu pertama, turunkan angka kematian, kedua pengendalian perilaku masyarakat – komunikasi publik dan ketiga percepat vaksinasi.

“Selama ini kan banyak pasien yang datang ke rumah sakit di Palembang sudah dalam keadaan sesak nafas dengan saturasi rendah karena melakukan isolasi mandiri yang tidak terkendali. Ini harus diketahui apa prediktor kematian pasien,” katanya.

Prof Tan melanjutkan, sinergitas antara pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten/kota juga perlu ditingkatkan. Hal ini salah satunya dapat diwujudkan dengan suatu program untuk penambahan ruang ICU di rumah sakit di kabupaten/kota agar pasien dari luar Palembang tidak perlu jauh-jauh ke Palembang.

“Banyak pasien dari luar Palembang yang datang sudah dalam keadaan gawat karena kurangnya ICU di kabupaten/kota. Kalau saja jumlah ICU di rumah sakit di kabupaten/kota bisa ditambah, saya rasa kejadian seperti ini bisa kita hindari,” kata Prof Tan.

Tak hanya itu, menurut Prof Tan, diperlukan pula komunikasi publik yang baik agar dapat mengendalikan perilaku masyarakat dalam penanganan Covid-19.

“Seluruh nakes harus sinkron ketika menjelaskan tentang Covid. Bila perlu ada booklet yang menginformasikan tentang hal apa saja yang harus dilakukan selama isolasi mandiri, sehingga masyarakat paham apa yang harus dilakukan,” kata Prof Tan.

Satu hal lagi yang tak kalah penting adalah percepat vaksinasi sehingga dapat mempercepat pembentukan herd immunity.

“Pada akhirnya sinergitas dengan platform kebangsaan adalah call pada integritas terhadap tujuan-tujuan kebangsaan dan bersifat filantrofik. Sinergitas memiliki akar tradisi yang kuat di Sumsel. Para pemimpin harus selalu down to earth melihat pada dunia nyata di lapangan, bak peribahasa Nakhoda Ada di Laut bukan di Darat,” kata Prof Tan.

Sementara itu selain Prof Tan, hadir pula sebagai narasumber Gubernur Sumsel yang diwakili Asisten I Pemprov Sumsel Ir SA Supriyono MM, Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Eko Indra Heri, Rektor Universitas Sriwijaya Prof Dr Ir H Anis Saggaff MSCE IPU dan Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Dra Lesty Nurainy Apt MKes. Acara FGD dipandu oleh moderator Dr Febrian SH MS selaku Dekan Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya.(chy)