Ritel Menjerit, Omset Turun 90 Persen, Picu Kebangkrutan dan PHK

Suasana mal yang ada di Kota Palembang, Kamis (29/07). Foto: sefty/palpos.id

PALEMBANG, PALPOS.ID – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 di Palembang menyebabkan keterpurukan bagi ritel. Omset ritel merosot hingga 90 persen.

Mal Director Palembang Icon Co Ing mengatakan aturan PPKM sangat memberatkan para pelaku usaha atau pengelola usah ritel. Meskipun demikian pihaknya tetap harus patuhi apa yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

“Sakit tentu dialami para pelaku usaha ritel, kita bisa terancam bangkrut karena omset sudah diprediksikan 90 persen menurun,” jelasnya saat dihubungi Palpos.id, Kamis (29/07).

Tidak hanya itu saja, dia juga mengungkapkan jika PPKM akan diperpanjang maka besar kemungkinan akan terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

“Bisa terjadi, di mal itu yang buka hanya supremarket, apotik atau optik saja. Untuk fashion dan aksesoris atau elektronik serta tempat bermain anak- anak tutup,” ujarnya.

Sementara untuk Food and Beverage (F & B) hanya melayani pesan antar atau bawak pulang. “F & B memilih untuk tutup, karena tidak menutupi bianya operational jika mereka tidak melayani makan di tempat,” tuturnya.

Dia berharap adanya beberapa kebijakan yang dapat memberikan kelonggara bagi para peritel untuk dapat kembali beraktivitas seperti biasa. (*)

Editor: Bambang Samudera