Sejumlah Calon Kades Sukaraja Protes, Panitia Ikutkan Petahana Tak Lulus Tes Kesehatan

Penetapan Bakal Calon Kades Sukaraja, Kecamatan Pedamaran, Kabupaten OKI. Foto: Istimewa/diskominfo oki

KAYUAGUNG, PALPOS.ID – Keputusan Panitia Pemilihan Kepala Desa Sukaraja, Kecamatan Pedamaran, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) yang masih mengikutsertakan calon berinisial RS dipertanyakan.

Yang mempertanyakannya, bakal calon (balon) Kepala Desa (Kades) Sukaraja, Willy Eka Permana, bersama calon kades lainnya. Karena menurut Willy, RS masih diikutkan dimana yang bersangkutan sudah jelas tidak lulus tes kesehatan.

“Hasil rapat di Aula Kecamatan Pedamaran kemarin, dibacakan hasil kerja panitia Pilkades dan BPD Desa Sukaraja. Di situ mereka menyatakan bahwa surat hasil tes kesehatan telah diterima tanggal 2 Juli 2021 melalui Kecamatan Pedamaran,” ungkapnya, Jumat (30/07).

Ditambahkannya, ia sangat menyayangkan panitia tidak langsung memberitahukan hasil dari tes kesehatan itu kepada lima calon Kades yang mengikuti kontestasi pemilihan tersebut. Justru pada Selasa (06/07), panitia langsung melakukan pengambilan nomor urut kelima calon kades.

‘’Permasalahannya muncul saat rapat, Kamis (15/07). Dimana panitia dan BPD baru mengumumkan salah satu calon yang juga petahana tidak lulus dalam tes kesehatan,” terangnya.

Sementara menurut informasi yang didapatkannya, untuk mengikuti tahap selanjutnya, setiap calon kades harus lulus tes kesehatan jasmani dan rohani. Sesuai aturan, tes kesehatan merupakan syarat yang mutlak untuk ditetapkan calon kades. Namun kata dia, kenyataannya yang gagal malah diikutsertakan dalam pengundian nomor urut.

Dijelaskannya lagi, ini terkait molornya tahapan pilkades yang diakibatkan salah satu kandidat yang diloloskan sebagai calon kades, meskipun gugur saat tes kesehatan. Seharusnya sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan, mereka para calon sudah sampai tahap pemasangan atribut kampanye.

“Karena di desa lain sudah mulai memasang atribut kampanye yang menandakan pembahasan anggaran, dan hal teknis sudah disepakati para calon dan panitia. Sehingga, dengan ketidaktransparanan dan ketidakjelasan dari panitia dan BPD membuat pemilihan Kades Sukaraja terancam batal dan ini jelas merugikan orang banyak,” ujarnya.

Lebih lanjut, mereka para calon berharap dalam waktu dekat, tahapan demi tahapan dapat berjalan agar pemilihan dapat dilakukan pada Rabu (25/08) mendatang.

Sedangkan terkait hal ini, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) OKI, Nursula SSos, melalui Kasi Pemerintahan Desa, Hikmawah Oktavian mendesak panitia desa Sukaraja untuk segera mengambil keputusan.

“Beberapa hari lalu kita sudah sampaikan ke panitia di sana untuk segera mengambil keputusan, tetapi sampai sekarang belum ada laporan tindak lanjut apakah tahapan akan dilanjutkan atau seperti apa,” tuturnya saat dikonfirmasi lebih lanjut.

Diterangkannya, meloloskan salah satu kandidat yang telah dinyatakan tidak lulus test dalam rangkaian pemilihan umum maka tindakan tersebut dianggap menyalahi aturan.

“Jadi sebenarnya ada 5 calon dan salah satu calon petahana (yang sebelumnya telah mengundurkan diri) tidak lulus tes kesehatan jasmani dan rohani yang dikeluarkan oleh pihak ketiga yaitu RSUD Kayuagung. Tes kesehatan itu merupakan syarat mutlak, dan jika panitia masih tetap meloloskan yang bersangkutan, berarti sudah menyalahi aturan,” pungkasnya.

Lebih jauh, terkait permasalahan salah satu kandidat yang tidak menyetujui hasil tes kesehatan, itu bukan urusan panitia maupun dinas PMD. Urusan terima atau tidak terima hasil tes tersebut merupakan urusan yang bersangkutan dan jangan sampai menunda tahapan-tahapan Pilkades yang ada.

Sementara itu, Ketua Panitia Pilkades Desa Sukaraja tingkat desa, M Nasimul Falah mengatakan panitia adalah pelaksana pemilihan kepala desa.

“Kami akan tetap melaksanakan sesuai tupoksi dan sesuai tahapan Pilkades.Tetapi kami panitia masih menunggu penetapan calon dari BPD desa Sukaraja. Dikarenakan penetapan adalah wewenang mutlak dari BPD,” tutupnya. (*)

Editor: Bambang Samudera