Tim Gabungan Obrak Abrik Patok Besi Lubuklinggau

Ratusan pengunjung Patok Besi diamankan di Mapolres Lubuklinggau, Minggu (1/8). foto : maryati/palpos.id

LUBUKLINGGAU, PALPOS.ID – Imbauan pemerintah sepertinya diabaikan begitu saja oleh pelaku usaha kafe dan tempat hiburan malam di kawasan lokalisasi Patok Besi, Kelurahan Sumber Agung, Kecamatan Lubuklinggau Utara I, Kota Lubuklinggau.

Akibatnya Polres Lubuklinggau melakukan tindakan tegas dengan menggelar razia gabungan dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Lubuklinggau di kawasan lokalisasi tersebut, Minggu (1/8), sekitar pukul 02.00 WIB.

Hasilnya sebanyak 227 pengunjung dan pengelolah tempat hiburan diangkut ke Mapolres Lubuklinggau. Ironisnya dari jumlah itu terdapat 8 orang anak-anak.

Selain mengamankan pengunjung tempat cafe dan tempat hiburan, petugas juga mengamankan 32 butir ineks.

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Nuryono, yang memimpin langsung operasi tersebut menjelaskan bahwa dari 32 butir ekstasi yang diamankan 22 butir diantaranya diamankan dan diku Efran Effendi (pengunjung cafe) miliknya. Sedangkan kepemilikan 10 butir ekstasi lainnya masih dalam penyelidikan.

“Ada satu orang pengunjung membawa narkoba, 190 orang pengunjung yang urinenya positif menggunakan narkoba,” ungkap Kapolres.

Mereka yang terbukti mengunakan narkoba dijelaskan Nuryono, diserahkan ke BNNK Lubuklinggau untuk dilakukan assesemen. Sedangkan satu orang pengunjung yang terbukti membawa dan mengedarkan narkoba diproses secara hukum.

“Satu orang yang kedapatan membawa narkoba kita proses hingga ke JPU dan kita kejar pemasoknya,” ujarnya.

Selain itu pemilik cafe juga diamankan dan dilakukan pemeriksaan.

Sementara itu dalam razia gabungan tersebut, Kapolres didampingi Wakapolres dan Kepala BNN Kota Lubuklinggau, turun langsung memimpin operasi tersebut. Pemilik dan pengunjung cafe kalung kabut karena tidak menduga bakal dijaring oleh aparat kepolisian.

Sahidin (65), warga Kota Lubuklinggau memberikan apresiasi kepada aparat kepolisian atas razia yg digelar. Dikatakannya kawasan lokalisasi hanya merupakan bagian tempat hiburan yang masih buka selama PPKM. Kafe dan diskotek di hotel berbintang tidak menutup kemungkinan juga masih beroperasi.

“Kita apresiasi tindakan tegas aparat penegak hukum dan kita berharap tidak ada tebang pilih dalam menerapkan aturan PPKM,” pungkasnya. (*)