Demo, Warga Tuntut Audit BLT dan Pembangunan di Desa Meranjat I

Koordinator Aksi SPM Sumsel Yovi Meitaha ketika memberikan keterangan kepada wartawan, di Gedung DPRD Ogan Ilir, Senin (02/08). Foto: isro/palpos.id

INDRALAYA, PALPOS.ID – Warga yang menamakan dirinya Serikat Pemuda dan Masyarakat (SPM) Sumsel, kembali turun aksi, Senin (02/08).

Kedatangan mereka di DPRD Ogan Ilir (OI), guna menuntut Bupati Ogan Ilir dan Komisi I DPRD OI melakukan investigasi dan audit terkait realisasi penggunaan keuangan negara yakni Dana Desa (DD) Desa Meranjat 1 Kecamatan Indralaya Selatan, Kabupaten OI pada tahun 2020 lalu.

Atas dasar itu masyarakat yang mengatasnamakan dirinya SPM Sumsel, menggelar demo di Kantor DPRD OI di Komplek Perkantoran Terpadu (KPT) Tanjung Senai, Senin (02/08).

Menurut Koordinator Aksi Yovi Meitaha menduga ada penyimpangan dari DD bersumber dari APBN berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa Tahun 2020 senilai Rp294,3 juta, dan Rp98,1 juta yang diberikan masyarakat Desa Meranjat I yang diduga tidak sesuai dan terdapat penyimpangan dalam teknis penyalurannya.

“Berangkat dari rasa peduli terhadap Kabupaten OI wabil khusus Desa Meranjat I, maka bagi kami untuk selalu melakukan kontrol terhadap proses pembangunan dan program-program lainnya,” terang Yovi kepada awak media di Gedung DPRD OI.

Selain BLT dikatakan Yovi, berdasarkan data yang dirinya terima juga terdapat penyimpangan, dan tidakkesesuaian anggaran dan teknis penyalurannya terkait pembangunan Jalan Desa dengan nilai anggaran Rp213.366.150. Dan Rehab Jalan Lingkungan  Rp50.389.850, juga anggaran pengadaan masker senilai Rp15.110.000. “Kami berharap pihak DPRD dan Pemkab OI dapat mendengar dan menyerap aspirasi atas apa yang kami sampaikan,” papar Yovi. (*)

Editor: Bambang Samudera