BWF Sebut Pola Permainan Marcus/Kevin Sudah Terbaca Lawan

Ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya/Marcus Gideon. (BWFMedia)

JAKARTA, PALPOS.ID – Pasangan bulu tangkis nomor ganda putra Kevin Sanjaya/Marcus Gideon dapat sorotan Federasi Bulu tangkis Dunia (BWF), beri pesan penting.

Pesan BWF itu datang dari komentator resmi mereka, Morten Frost, menyoroti hasil buruk yang diperoleh ganda putra nomor satu dunia tersebut di ajang Olimpiade Tokyo 2020.

Kemampuan Kevin/Marcus memang sudah tidak diragukan lagi, ganda putra peringkat satu dunia itu telah memperoleh banyak gelar dalam beberapa tahun ini.

Namun sayangnya, pasangan berjuluk The Minions ini selalu gagal tampil cemerlang dalam turnamen-turnamen akbar seperti Kejuaraan Dunia dan Olimpiade.

Seperti diketahui, Kevin/Marcus lolos kualifikasi sebagai unggulan pertama nomor ganda putra di Olimpiade Tokyo 2020, dan diharapkan meraih medali emas untuk Indonesia.

Namun apa daya, harapan tersebut tak terwujud lantaran pasangan berjuluk The Minions secara mengejutkan gagal di babak 16 besar usai kalah dari wakil Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik.

Selain itu, Kevin/Marcus tercatat tiga kali gagal merebut gelar juara Kejuaraan Dunia yakni pada 2017, 2018, dan 2019.

Dalam tayangan BWF TV, Senin (23/8), Morten Frost menganggap bahwa pola permainan Kevin/Marcus sudah mulai terbaca dan diatasi para rivalnya.

“Mereka memenangkan semua turnamen kecuali turnamen besar. Seiring berjalannya waktu, pasangan lain bisa menemukan formula untuk mengalahkan mereka,” kata Morten Frost.

Maka dari itu, Frost pun berpesan agar Kevin/Marcus segera berbenah, meracik amunisi baru dan belajar mengatasi tekanan.

“Saya rasa Kevin/Marcus harus menemukan kembali diri mereka agar bisa memenangkan pertandingan penting.” ujar Frost.

Sementara itu, Kevin/Marcus sendiri masih memiliki kesempatan untuk menemukan sinarnya kembali, seperti dalam beberapa turnamen penting lainnya yang telah terjadwal.

Seperti yang terdekat yakni kompetisi beregu, Piala Sudirman dan Piala Thomas yang dijadwalkan digelar pada September-Oktober mendatang. (genpi/fajar.co.id)