Reses Dapil VIII Warga Minta Lapangan Kerja dan Tanki Oksigen

Koordinator dapil VIII Hasbi Asidiqi meminta warga Kel Megang tetap disiplin terhadap prokes. Foto: istimewa

PALPOS.ID – Kondisi masyarakat benar-benar terpuruk akibat pandemi covid yang tidak kunjung berakhir. Bukan hanya nyawa yang banyak melayang, akan tetapi perekonomian masyarakat ikut porak-poranda. Untuk itu, saat berdialog dengan anggota DPRD Sumsel asal daerah pemilihan VIII meliputi  Kabupaten Mura, Kota Lubuk Linggau dan Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), warga minta pemerintah menghidupkan kembali perekonomian masyarakat, dengan memperbanyak proyek padat karya.

Anggota dapil VIII menyimak aspirasi yang disampaikan warga Taba Baru. Foto: istimewa

Demikian dikatakan Koordinator Dapil IV DPRD Sumsel, Hasbi Asadiqi saat dihubungi koran ini, Senin (30/8). Menurutnya pada reses tahap II yang digelar dari 23-30 Agustus 2021 ini, dia dan anggota dapil VIII lainnya, yakni Hasbi Asadiki, S, Sos, MM sebagai koordinator dengan anggota H Novian Fauzi, SH; Hj Rita Suryani; HM Subhan, SE, Drs. A. Gani Subit ; H.Toyeb Rakembang dan Drs H Solehan Ismail, melakukan pertemuan dengan Camat, Lurah, perangkat kelurahan, tokoh agama, tokoh masyarakat dan lainnya yang ada di beberapa kecamatan diantaranya Kecamatan Linggau Utara II; Linggau Utara I; Kelurahan Bandung Ujung Lubuk Linggau Barat; Kantor Lurah Jogoboyo Linggau Selatan I; dan Kantor Kades Lubuk Kumbang Kecamatan karang Jaya Muratara.

Menurut Hasbi, dalam dialog dengan warga disejumlah kecamatan itu, aspirasi yang disampaikan relatif sama yakni masalah infrastruktur jalan, jembatan maupun bendungan. Selain itu dimasa pandemi ini warga kesulitan mencari pekerjaan untuk menghidupi keluarga. Oleh sebab itu, melalui reses anggota dewan ini, mereka minta pemerintah menyiapkan lapangan pekerjaan, memperbanyak proyek padat karya dan memberikan bantuan modal usaha.

Perangkat desa Bukit Layang Muratara foto bersama anggota dewan, usai dialog. Foto: istimewa

Terkait pandemi yang masih berlangsung, warga minta pemerintah tidak hanya menenghimbau masyarakat melakukan vaksin. Tetapi ketersediaan vaksin juga harus diperhatikan. Karena menurut warga, selama ini banyak warga yang datang ke Puskesmas minta di vaksin, tetapi barangnya justru tidak ada.

Sementara itu, beberapa rumah sakit yang ada minta Tangki Besar untuk menampung oksigen. “Kalau ada tangki besar yang dapat menampung ribuan kilo oksigen, maka pengisian oksigen ke Palembang bisa dilakukan beberapa hari sekali. Bukan seperti saat ini, rumah sakit pernah mengalami kekurangan oksigen,” ujar Hasbi mengulang aspirasi dari pihak rumah sakit.

Dalam dialog warga juga minta dibangunkan siring disepanjang jalan negara yang ada, agar pemukiman warga tidak banjir saat musim hujan tiba. Tidak hanya itu, warga juga mengeluhkan masalah lampu jalan yang masih banyak belum terpasang. Padahal kata mereka, setiap bulan warga telah membayar uang untuk lampu jalan. “Untuk menambah pendapatan ditengah pandemi, warga minta bantuan bibit ikan, kambing dan sapi. Agar penyebaran covid bisa dikenalikan, mereka minta dibangunkan rumah sakit khusus covid,” jelasnya.

Warga Bandung Ujung minta perbaikan sejumlah infrastruktur jalan. Foto: istimewa

Sedangkan di Muratara, warga minta  normalisasi sungai dan beronjong, agar pemukiman penduduk disekitar bantaran sungai tidak hanyut. Disini anggota dapil VIII juga menyempatkan diri untuk memantau pembangunan jalan dari Trawas menuju Maur yang panjangnya 68 KM dengan dana Rp 33 M.

“Kami minta masyarakat ikut mengawasi pembangunan jalan ini, agar dana yang begitu besar dari pemerintah bisa dibangunkan sesuai aturan. Sehingga jalan ini bisa digunakan dalam waktu yang lama, ” Kata Hasbi.

Menanggapi semua aspirasi tersebut, politisi Partai Golkar ini mengatakan akan menyampaikannya kepada gubernur Sumsel untuk ditindaklanjut. Termasuk usulan untuk pembelian mobil tank oksigen, serta pengerjaan padat karya juga akan disampaikan dan diperjuangkan realisasinya.

Untuk usulan pembangunan rumah sakit khusus pandemi, Hasbi mengaku telah menyampaikannya kepada gubernur Sumsel. Alhamdulillah saat ini sudah mulai dilakukan pembangunan. Mengenai usulan yang menyangkut kewenagan kabupaten dan kota, akan disampakan pada buatin dan wako terkait. (adv)