Hasil Jambret untuk Judi Slot dan Nyabu

Tersangka Nanda yang diamankan di Mapolda Sumsel, Kamis (09/09). Foto: pahmi/palpos.id

PALEMBANG, PALPOS.ID – Nekat melakukan aksi jambret, Nanda Eferayadi (21), warga Jalan Pangeran Ratu, Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I Kota Palembang, yang juga residivis begal dan pembunuhan, ditangkap Unit 3 Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel.

Aksi penjambretan dilakukan oleh pelaku bersama temannya inisial Dw yang masih DPO, di Jalan GHA Bastari Kecamatan Jakabaring Kota Palembang, Minggu (06/06) lalu. “Pelaku kami tangkap saat bermain slot judi di sebuah warnet tidak jauh dari rumahnya. Tanpa perlawanan pelaku langsung dibawa ke Mapolda Sumsel,” ujar Kasubdit III Jatanras Kompol Cs Panjaitan, Kamis (09/09).

Lanjut Panjaitan menjelaskan, kejadian bermula pada saat pelaku Nanda bersama Dw melintas di kawasan Dekranasda Jakabaring menggunakan sepeda motor Yamaha Lexi. Melihat korban bermain hp diatas motornya, kedua pelaku langsung menjalankan aksinya. Pelaku Nanda bertugas sebagai joki dan memepet korban, lalu rekannya merampas hp yang dipegang korban.

Namun aksi kedua pelaku gagal setelah korban berhasil mempertahankan handphonenya dengan cara menarik kembali handphonenya dan membuat para tersangka terjatuh. Melihat adanya keributan, warga sekitar langsung menolong dan kedua pelaku melarikan diri hingga meninggalkan motornya di TKP.

“Kedua tersangka yang kita tangkap ini merupakan spesialis jambret dikawasan tersebut. Sebelumnya sudah dua kali mereka beraksi, korbannya semua perempuan. Namun aksi ketiga gagal setelah korban melawan dan tersangka takut dimassa, lalu motornya ditinggalkan di TKP dan diamankan di Polrestabes,” ungkapnya.

Kompol Cs Panjaitan memberberkan kalau Nanda merupakan residivis kasus begal pada tahun 2016, kemudian 2017 kembali masuk penjara perkara pembunuhan mengakibatkan korban tewas setelah ditusuk sebanyak 28 tusukan. Dan kali ini kembali mendakam setelah melakukan jambret yang ketiga kalinya.

Sementara Nanda mengakui sudah tiga kali melakukan aksi penjambretan dikawasan Deskranasda bersama Dw. “Dari hasil pertama saya mendapatkan keuntungan Rp115 ribu setelah menjual handphone korban. Kedua saya mendapat Rp135 ribu, yang ketiga tidak berhasil setelah korbannya melawan. Uangnya saya gunakan untuk main slot judi, beli rokok dan membeli sabu-sabu,” tutupnya. (*)

Editor: Bambang Samudera