Kepala BPBD Prabumulih Nyatakan Kebakaran Didominasi Korsleting listrik

Kepala BPBD kota Prabumulih, Sriyono SH. Foto: prabu/palpos.id

PRABUMULIH, PALPOS.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Prabumulih mencatat sejak awal Januari hingga akhir Agustus 2021, ada 19 kasus yang ditangani mulai dari kasus kebakaran rumah, lahan hingga evakuasi penyelamatan seperti pohon tumbang, sarang tawon hingga ular.

“Antara 17 sampai 19 kasus, dengan kasus kebakaran 5 kasus, sisanya kebakaran lahan dan evakuasi penyelamatan, seperti sarang tawon, pohon tumbang, ular,” ujar Kepala Pelaksana Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sriyono SH didampingi Kasi Pemadaman, Aan Srianto, Sabtu (11/09).

Sriyono menuturkan dari kasus kebakaran tersebut, terdapat 3 korban jiwa, yakni kasus kebakaran di toko ponsel Polaris dikawasan Urip Sumoharjo Kelurahan Pasar 1. “Untuk total kerugian berkisar antara Rp 500 juta sampai Rp 1 miliar,” ucapnya.

Menurutnya Sriyono, dalam kasus kebakaran pemicu kejadian didominasi korsleting listrik. “listrik rumah penduduk banyak yang rapuh, jaringan listriknya itu paling dominan. Ada juga kelalaian dari pemilik rumah, misal listrik mati ngidupin lilin. Teledor bisa jadi penyebab kebakaran,” tuturnya.

Sebagai antisipasi terjadinya kebakaran di rumah penduduk, Sriyono mengimbau agar masyarakat berhati-hati dan setiap rumah dilengkapi racun api atau apar. “Kepada masyarakat agar berhati-hati dan waspada, kami mewajibkan tiap rumah kalau bisa memiliki alat pemadan api ringan. Jadi gunanya sebelum terjadi kebakaran lebih besar dilakukan penanggulangan dini,” imbaunya.

Sementara itu, tahun 2020 sejak Januari – akhir September terjadi 7 kasus kebakaran, dengan rincian 4 kasus kebakaran lahan dan 3 kasus kebakaran rumah. Sedangkan kasus kebakaran tahun 2019 sangat tinggi, yakni 165 kejadian kebakaran. (*)

Editor: Bambang Samudera