DPR Pertanyakan Langkah Pemerintah Tangani Pandemi, Ada Varian Baru

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (1/02). Rapat tersebut membahas arah kebijakan dan strategi pembangunan kesehatan nasional tahun 2021-2024 dan penjelasan terkait garis besar anggaran Kementerian Kesehatan tahun 2021.FOTO : Issak Ramdhani / Fajar Indonesia Network

JAKARTA, PALPOS.ID – DPR RI mempertanyakan kepada Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin tentang pelaksanaan strategi penangan pandemi Covid-19. Hal ini tekait varian baru yang terbagi menjadi 4 upaya yaitu; deteksi, terapeutik, vaksinasi dan perubahan perilaku.

“Saya ingin bertanya langkah deteksi dari peningkatan tes epidemiologi, ini pelaksanaannya seperti apa. Data yang didapat seperti apa. Apakah testing dilakukan secara teratur atau Kemenkes berharap testing datang dari masyarakat yang ingin berpergian keluar kota atau negeri (misalnya),” kata Ketua Fraksi PAN DPR RI Saleh Partaonan Daulay.

Sementara terkait, terapeutik, Saleh menyampaikan ada pengetatan syarat masuk RS bagi pasien Covid-19. Salah satu syaratnya adalah hanya pasien dengan saturasi kurang dari 95 persen yang bisa dirawat di RS.

“Apakah saturasi satu-satunya indikasi agar seseorang dapat dirawat di RS. Ini penting karena ada keterkaitan dengan ketersediaan tempat tidur, pelayanan kesehatan dari tenaga medis, serta pemanfaatan isolasi terpusat,” ungkapnya, Senin (13/9).

Selain itu,terkait adanya varian baru Covid-19 serta data yang dipaparkan pemerintah tentang presentasi hasil tes positif dari WNI atau WNA yang masuk Indonesia, Ia meminta agar pemerintah meningkatkan deteksi di pintu masuk seluruh wilayah NKRI.

“Ada varian baru. Kemarin saat varian delta masuk, kita hampir luar biasa kerepotan. Saat ini ada varian baru yang tidak kalah agresifnya. Pengetatan perlu dilakukan di bandar udara, pelabuhan hingga perbatasan darat untuk mengantisipasi ini,” tuturnya.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyampaikan pemerintah akan tetap mempertahankan strategi penangan pandemi Covid-19 yang terbagi menjadi 4 upaya.

Dia melanjutkan, meskipun penangan Covid-19 di Indonesia terus mengalami perbaikan, tetapi strategi yang akan digencarkan justru akan semakin diperkuat.

Pertama, dengan mengupayakan perilaku seluruh elemen baik masyarakat, pemerintah dan seluruh elemen lainnya dalam implementasi PPKM level 1-4. Dengan memperkuat pemanfaatan teknologi digital dalam implementasi protokol kesehatan yang lini sektornya juga ada di BNPB.

Kedua, adalah deteksi diantaranya 3T dengan meningkatkan tes epidemiologi serta tes screening, kemudian meningkatkan rasio kontak erat yang dilacak, surveilans genomik di daerah berpotensi lonjakan kasus dan meningkatkan deteksi di pintu masuk.

Ketiga, adalah vaksinasi dengan alokasi vaksin 50 persen di daerah dengan kasus dan mobilitas tinggi, sentra vaksinasi, syarat kartu vaksinasi dan percepatan vaksinasi pada kelompok rentan. (khf/fin)