Kepsek SMKN 3 Klaim Pembubaran Pengurus Komite Sekolah Sudah Sesuai Prosedur

Kepala SMK Negeri 3 Palembang Rusminah (jilbab coklat) saat memberikan keterangan pers dihadapan media, Selasa (14/8). (Foto : Cuci/Palpos.id)

PALEMBANG, PALPOS.ID – Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 3 Palembang Rusminah SH MSi akhirnya angkat suara, terkait pembubaran pengurus komite sekolah yang telah dilakukannya melalui surat pembubaran Komite Nomor : 421/548/SMKN-3/2021 tanggal 23 Agustus 2021.

Menurutnya, pembubaran komite sekolah sudah sesuai prosedur dan bukan keinginannya pribadi selaku kepala SMK Negeri 3 maupun secara kedinasan.

“Ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan saya pribadi maupun secara kedinasan,” kata Rusminah saat memberikan keterangan pers dihadapan media, Selasa (14/9).

Ia menjelaskan, pembubaran komite sekolah SMK Negeri ini berawal dari kekosongan beberapa pengurus komite setelah adanya pengunduran diri sekretaris Nurwan Syafiq, bendahara Nuryayang dan anggota Hermansyah Jaya Lubay.

“Pada Agustus 2021 lalu pengurus komite diawali sekretaris Nurwan Syafiq menelpon saya dan mengatakan ingin mengundurkan diri sebagai pengurus saya tanya mengapa katanya ada kesibukan lain yang tidak dapat berbagi waktu di komite sekolah,” ungkapnya.

Kemudian  pengunduran diri disusul oleh bendahara, dan anggota yang lain. “Nah lagi-lagi alasan mereka mengundurkan diri juga sama karena kesibukan diluar sehingga mereka terpaksa mengundurkan diri karena sebagai pengurus komite sekolah mereka satu bulan bisa tiga kali menggelar rapat komite,” ujarnya.

Untuk itu kata Rusminah, tidak benar jika pengunduran diri pengurus komite sekolah karena ketidak transparanan keuangan komite sekolah seperti yang dikatakan Diana Ivory melalui media.

Lanjutnya, kalau dirinya disebut membubarkan komite sekolah secara sewenang-wenang (sepihak) serta tidak berlandaskan hukum tidak benar.

Sebelum membubarkan komite sekolah Rusminah mengundang seluruh komite untuk mengklarifikasi terkait pengunduran diri empat pengurus komite dan hanya tinggal satu ketua saja yang masih bertahan.

“Sebelum membubarkan komite sekolah saya undang semua pengurus, dan saya tanya satu persatu kepada pengurus yang mengundurkan diri mereka menjawab karena ada kesibukan lain bukan karena ketidak transparanan keuangan pihak sekolah. Kalau tidak ketransparanan keuangan kenapa mereka sudah tanda tangan karena semua perihal keuangan sekolah sudah ditandatangani,” pungkasnya. (*)