Pandemi Covid 19, Kualitas Program BTA Turun Jadi 70 Persen

Ridho Yahya selaku Presiden Persipra FC saat memimpin rapat evaluasi tim Persipra menjelang Porprov XIII di OKU Raya, bertempat di ruang rapat Pemkot Prabumulih, Senin (30/8/2021). (Foto : Prabu/Palpos.id)

PRABUMULIH, PALPOS.ID – Sejak masa pandemi corona virus disease 19 (Covid-19), pemerintah mengeluarkan kebijakan penerapan kegiatan belajar mengajar (KBM) sistem daring (dalam jaringan) atau lebih sering disebut belajar sistem online.

Namun belakangan diketahui, belajar sistem daring berdampak pada menurunnya kualitas program baca tulis Al Quran. “Semenjak tidak tatap muka (semenjak belajar online), shalat dan BTA nya tidak seratus persen turun menjadi 60 sampai 70 persen,” ujar H Ridho Yahya, Walikota Prabumulih, ketika diwawancarai usai membuka diklat calon kepala sekolah (Cakep) tingkat SD dan SMP dilingkungan pemkot prabumulih, di Balai Diklat Prabumulih, Senin (13/9).

Dikatakan orang nomor satu di Kota Prabumulih itu, penurunan kualitas program tersebut terjadi karena siswa di rumah tidak mendapatkan pelajaran secara baik. “Di rumah mereka tidak fokus dan kurang mendapat ajaran dari orang tuanya,” ungkap Ridho.

Karena itulah kata Ridho, dengan dimulainya kembali KBM dengan sistem tatap muka dirinya mengimbau kepada guru dan kepala sekolah untuk mengajari siswa-siswinya dengan baik mengenai shalat dan BTA.

“Ini sudah masuk lagi, ku tunggu dua bulan ini harus seratus persen lagi minimal 95 persen. Kalau sekarangkan turun, menjadi 60 persen masa doa iftitah saja tidak bisa kita sedih dibuatnya karena kemunduran ini,” imbuhnya.

Masih kata Ridho, setelah dua bulan ke depan pihaknya kembali akan turun meninjau sekolah-sekolah untuk mengetahui capaian dari program BTA tersebut. “Sekarang masih kita kasih kesempatan guru dan kepala sekolah meningkatkan program tersebut,” pungkasnya. (*)