Sumbat Aliran Air, Sampah Rumah Tangga jadi Salah Satu Penyebab Banjir di Palembang

Kadin PU dan Penataan Ruang Pemkot Palembang paparan sejumlah upaya dilakukan Pemkot Palembang dalam tanggulangi banjir, Rabu (15/09). Foto: ardi/palpos.id

PALEMBANG, PALPOS.ID – Sampah rumah tangga diklaim menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir di Kota Palembang. Bagaimana tidak, tumpukan sampah yang dibuang sembarangan dan menyumbat aliran air berkontribusi cukup besar terhadap terhambatnya aliran air.

Ini disampaikan langsung oleh Ir HA Bastari Yusak, Kepala Dinas PU dan Penataan Ruang Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, Rabu (15/09), dalam paparan dihadapan sejumlah wartawan yang mengikuti Ujian Kompetensi Wartawan (UKW) di Hotel Beston, Palembang.

Dikatakannya, sejumlah upaya Pemkot Palembang terus dilakukan dalam penanggulangan banjir yang sempat viral belakangan ini. Selain pembersihan saluran air atau drainase, pelebaran drainase dan penertiban bangunan diatas saluran air juga terus dilakukan.

“Tentunya kita juga menghimbau dan mengharapkan kesadaran masyarakat agar jangan membuang sampah sembarangan, apalagi di saluran air. Akhirnya ketika hujan turun dengan intensitas cukup tinggi, akibatnya adalah banjir. Kita terus melakukan himbauan dengan menyebarkan melalui spanduk, pamflet termasuk media,” ungkapnya.

Dikatakannya lebih lanjut, saat ini Pemkot Palembang juga terus melakukan pemenambahan jumlah kolam retensi untuk menampung air. Saat ini di Palembang sudah memiliki 46 kolam retensi. “Terus kita tambah, karena berdasarkan kajian ITB, kota Palembang idealnya memiliki 77 kolam retensi. Itu target yang akan kita kejar,” tambahnya.

Saat ini ujar Bastari, sejumlah titik yang sebelumnya tergenang air cukup lama, kini intensitas waktunya sudah menurun dari sebelumnya. “Saya menyatakan jumlah titik, luasan dan waktu genangan sudah berkurang, contohnya di jalan R. Sukamto yang biasa hingga dua hari, saat ini enam jam sudah surut. Kantor Gubernur genangan langsung surut, walau masih ada sedikit genangan. Saat ini ada 33 lokasi genangan, kita terus upayakan berkurang dan kesadaran serta peran serta masyarakat juga kita harapkan,” pungkasnya. (*)

Editor: Bambang Samudera