Hikmah Dibalik Pengeringan Irigasi, Warga Panen Ikan Gratis

Warga mencari ikan di irigasi yang dikeringkan, Kamis (16/09). Foto: maryati/palpos.id

LUBUKLINGGAU, PALPOS.ID – Sempat tertunda, rencana pengeringan Daerah Irigasi Kelingi Tugumulyo, akhirnya dilaksanakan sesuai jadwal ulang yang telah ditetapkan Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera (BBWS) VIII. Pelaksanaan Pengeringan itu ditandai dengan penutupan pintu air yang ada di Watervang, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, Kota Lubuklinggau, Kamis (16/09), sekitar pukul 00.00 WIB dini hari.

Sebagian warga yang memang sudah mengetahui rencana pengeringan Daerah Irigasi Tugumulyo Kelingi (DITK), malah sudah lebih awal bersiap-siap memetik hikmah dari proses pengeringan itu. Mereka berbondong-bondong datang ke lokasi irigasi dengan membawa perlengkapan penangkap ikan tradisional, seperti sangi alat pancing dan lainnya. Tujuannya tentu menangkap ikan yang terdampak pengeringan saluran irigasi yang dilakukan.

Pemandangan itu justru berlangsung sebelum pintu irigasi di watervang resmi ditutup. Sejak sore, entah dimulai pukul berapa, ratusan warga mulai dari kelurahan Watervang, Baturip, Siring Agung, Kota Lubuklinggau, hingga ke wilayah Kecamatan Tugumulyo Kabupaten Musi Rawas (Mura) sudah bersiap menunggu dipinggiran irigasi.

Begitu pintu air resmi ditutup, warga juga mulai berjibaku dengan perlengkapan mereka untuk menangkap ikan. Aktivitas warga ini berlangsung hingga pagi, hingga menjadi pusat perhatian warga yang kebetulan melintas  di seputar lokasi. “Warga mulai menangkap ikan sejak semalam, ada juga yang baru datang pagi ini,” jelas Pani (27), warga Kelurahan Siring Agung.

Menurutnya, sebagian warga yang sudah menangkap ikan sejak malam, dini hari sudah banyak yang pulang dengan hasil ikan tangkapan mereka. Tetapi ada juga yang baru datang. “Kalau yang banyak dapat ikan itu yang dari semalam, kalau yang pagi ini mereka hanya menguji keberuntungan dari ikan yang tersisa itupun kalau masih ada,” ungkapnya.

Terpisah Robi (40), warga A Widodo, Kecamatan Tugumulyo, Mura, mengaku tidak sia-sia mendatangi lokasi irigasi. Karena dia dan teman-temannya berhasil mendapatkan banyak ikan. “Lumayan disamping untuk dikonsumsi sendiri,  ikannya bisa juga dijual,” katanya. Hasil tangkapan ikan juga tidak hanya semacam jenis saja, tetapi banyak jenis ikan yang didapat. “Ikannya macam-macam, ada Lele, Nila ada juga Patin,” pungkasnya. (*)

Editor: Bambang Samudera