Alex Noerdin Tersangka, Ridho Yahya Mengaku Prihatin

Ir H Ridho Yahya MM, Walikota Prabumulih. Foto: prabu/palpos.id

PRABUMULIH, PALPOS.- Ditetapkannya mantan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), H Alex Noerdin sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pada Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE) Sumsel, menuai keprihatinan dari sejumlah kalangan salah satunya datang dari Walikota Prabumulih, Ir H Ridho Yahya MM.

Ridho mengaku prihatin sebab, dirinya sangat mengidolakan mantan gubernur yang kini menjabat sebagai anggota DPR RI tersebut. “Pak Alex itu idola kita, kita selalu termotivasi dengan program-program yang dilakukan beliau,” ungkap Ridho.

Salah satu yang menjadi inspirasinya yaitu, pada saat Sumsel mengajukan diri sebagai tuan rumah penyelenggaraan Asian Games. Saat itu Ridho mengaku sempat menanyakan apakah penyelenggaraannya akan berhasil, pada saat itu dijawab beliau dengan ucapan yakin dan semangat yang terpenting.

“Kita salut semangat beliau, makanya prabumulih ini pertama kita semangat dulu dan ternyata berhasil. Contoh fly over, kita khawatir tak berhasil ternyata berhasil. Akamigas tidak berhasil ternyata berhasil, begitu juga BLK juga berhasil jadi semangat itu kita terapkan,” bebernya.

Masih kata Ridho, diera kepemimpinan Alex Noerdin banyak pembangunan yang dilakukannya seperti LRT Palembang, pembangunan kawasan Jakabaring. “Surabaya dan Medan saja kota terbesar serta maju tapi tidak ada LRT, Sumsel ada LRT bahkan satu-satunya kota di luar ibu kota negara yang ada. Beliau itu motivasi dan bapak Pembangunan untuk Sumatera Selatan dan menjadi panutan kita dengan plus minusnya,” ucapnya dengan nada semangat.

Menyinggung soal penetapan tersangka, pria yang gemar olahraga itu menduga hal itu terjadi lantaran masih ada bawahan yang bersikap ABS (asal bapak senang).

“Itu mungkin salah satu akibat punya anak buah ABS asal bapak senang, harusnya bawahan itu mengingatkan juga. Makanya saya sampaikan di Pemerintah Kota Prabumulih, kamu itu jangan asal pak wali senang tapi kalau ada salah ingatkan, pak wali ini salah, ini jangan, itu salah, karena seorang pemimpin tidak sadar juga itu dan tidak seluruhnya tau,” cetusnya.

Suami Ir Hj Suryanti ini menuturkan, anak buah dan jajaran yang baik adalah yang bisa mengingatkan pemimpin ketika berbuat salah dan mengingatkan agar tidak terjadi hal-hal buruk.

“Jadi walau loyal jangan ABS, siap bos, aman bos, itu menurut saya anak buah yang menjerumuskan pimpinan,” ungkapnya sembari kembali mengatakan sangat menyesalkan penetapan mantan gubernur sumsel tersebut sebagai tersangka. (*)