BSN Tetapkan SNI Peralatan Gas Medis

Kristianto Widiwardono, Direktur Pengembangan Standar Mekanika, Energi, Elektronika, Transportasi dan Teknologi Informasi BSN. (Foto : Istimewa)

PALEMBANG, PALPOS.ID – Pandemi COVID-19 di Indonesia baik dari pusat hingga daerah salah satunya di Sumsel mengharuskan banyak pasien untuk melakukan isolasi mandiri di rumah. Dalam beberapa kondisi seperti saturasi oksigen di bawah 95%, bantuan suplai oksigen untuk pasien dibutuhkan untuk bernapas.

Di sisi lain, oksigen merupakan salah satu zat utama untuk menyalakan api. Kesalahan dalam penanganan tabung gas oksigen dan perlengkapannya dapat menimbulkan risiko yang fatal.

Mengingat penggunaan tabung oksigen di rumah harus memenuhi standar keselamatan dan berkualitas tinggi, Badan Standardisasi Nasional (BSN) menetapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) lingkup peralatan gas medis dan perlengkapannya seperti tabung gas oksigen, regulator tabung gas oksigen, alat ukur aliran (flowmeter), konsentrator oksige dan konservasi oksigen.

“Seperti  SNI ISO 9809-1:2019 Tabung gas – Desain, konstruksi, dan pengujian tabung dan silinder gas baja tanpa sambung (seamless) yang dapat diisi ulang,” jelas Kristianto Widiwardono, selaku Direktur Pengembangan Standar Mekanika, Energi, Elektronika, Transportasi dan Teknologi Informasi BSN, melalui press realesnya Sabtu (18/9).

Kristianto menambahkan, bagian 1 silinder  dan tabung baja yang di-quench dan di-temper berkekuatan tarik kurang dari 1.100 MPa. “Kemudian SNI ISO 9809-2:2019 Tabung gas – Desain, konstruksi, dan pengujian tabung dan silinder gas baja tanpa sambung (seamless) yang dapat diisi ulang. Untuk bagian 2 silinder dan tabung baja yang di-quench dan di-temper berkekuatan tarik lebih besar atau sama dengan 1.100 MPa,” terangnya.

Kemudian kata Kristianto, ada SNI ISO 9809-3:2019 Tabung gas – Desain, konstruksi, dan pengujian tabung dan silinder gas baja tanpa sambung (seamless) yang dapat diisi ulang  dan pada bagian 3  tabung dan an silinder baja yang dinormalisasi.”Pada SNI  ISO 10524-1:2018 Regulator tekanan untuk penggunaan gas medis-bagian 1 regulator tekanan dan regulator tekanan dengan perangkat pengukur aliran. Lalu SNI ISO 10524-3:2019 regulator tekanan untuk penggunaan gas medis-bagian 3, regulator tekanan yang terintegrasi dengan katup silinder (valves with integrated pressure regulators – VIPRs). Kemudian SNI ISO 10524-4:2008 regulator tekanan untuk penggunaan gas medis-bagian 4 regulator bertekanan rendah,” jelasnya.

Kemudian kata Kristianto, SNI ISO 15002/Amd.2:2020 Alat ukur aliran pada penghubung ke unit terminal system pemipaan gas medis-amendemen 2. “Untuk SNI ISO 80601-2-67:2020 Peralatan elektromedik-bagian 2-67 persyaratan khusus untuk keselamatan dasar dan kinerja esensial dari peralatan konservasi oksigen  dan SNI ISO 80601-2-69:2020 Peralatan elektromedik-bagian 2-69 persyaratan khusus untuk keselamatan dasar dan kinerja esensial dari peralatan konsentrator oksigen,” ucapnya.

Kristianto menambahkan, SNI tersebut disusun Komite Teknis 11-15, Peralatan Gas Medis dan Perlengkapannya. “Proses perumusan SNI dengan metode adopsi identik dari Standar ISO terkait Peralatan Gas Medis dan Perlengkapannya,” tambahnya.  Untuk standar tabung gas medis, Kristianto mengatakan, BSN menetapkan 3 standar seri SNI ISO 9809 terkait desain, konstruksi dan pengujian tabung dan silinder gas baja tanpa sambungan (seamless) Menurut Kristianto, penetapan SNI ini diharapkan dapat mendukung pemerintah dalam penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia khususnya untuk ketersediaan peralatan gas medis dan perlengkapannya yang berkualitas yang dibutuhkan untuk penanganan pasien COVID-19. (*)