Dua Hari Teberak di Sungai Ogan, Dedi Akhirnya Ditemukan Meninggal Dunia

Tim SAR gabungan saat mengevakuasi jenazah korban, Sabtu (18/09). Foto: humas BPBD OKU

BATURAJA, PALPOS.ID – Setelah sempat dinyatakan hanyut (Teberak,red) dan hilang selama dua saat mandi di Sungai Ogan yang ada di Desa Padang Bindu, Kecamatan Semidang Aji, Kabupaten OKU, Dedi (27) – bukan Peri seperti diberitakan sebelumnya, pekerja proyek tower sutet akhirnya, Sabtu (18/09) sekitar pukul 07.30 WIB ditemukan meninggal dunia.

Jasad warga Dusun Serang RT12/RW04, Kelurahan Klari, Kabupaten Kerawang, Provinsi Jawa Barat itu ditemukan tak bernyawa lagi oleh Tim SAR gabungan di Desa Keban Agung, Kecamatan Semidang Aji atau sekitar 8 kilometer dari lokasi korban tenggelam.

Herman, warga Desa Keban Agung mengatakan, korban ditemukan mengambang di Sungai Ogan yang ada di desanya oleh warga setempat yang sedang mandi. “Saat ditemukan kondisi jenazah korban sudah membengkak,” katanya.

Sementara Kepala BPBD OKU, Amzar Kristopa saat dikonfirmasi membenarkan kalau jenazah Dedi sudah ditemukan oleh tim SAR gabungan. “Kini jenazah korban sudah dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarganya,” kata dia.

Amzar mengatakan, pihaknya dibantu warga telah berjuang sekuat tenaga mencari korban saat pertama kali hanyut di Sungai Ogan. Namun karena kondisi debit air Sungai Ogan sedang tinggi, tim SAR gabungan kesulitan melakukan tugasnya.

Amzar berharap kejadian serupa tidak terulang kembali karena itu pihaknya mengimbau kepada warga khususnya pendatang agar hati-hati saat mandi di Sungai Ogan.

Seperti diberitakan sebelumnya, nasib malang dialami Dedi (25) warga Kerawang, Provinsi Jawa Barat, karena buruh harian tower sutet ini hanyut saat mandi di Sungai Ogan yang terletak di Desa Padang Bindu, Kecamatan Semidang Aji, Kabupaten OKU, Kamis (16/09) sekitar pukul 09.45 WIB.

Kapolres OKU, AKBP Danu Agus Purnomo, melalui Kasi Humas, AKP Mardi Nursal mengatakan, korban pagi itu berniat ingin mandi ke Sungai Ogan yang jaraknya tidak jauh dari lokasi Camp para pekerja sutet tersebut.

Lalu korban menyeberang sungai dengan menggunakan celana panjang jeans dan sempat dilarang oleh saksi dari warga atas nama Nana Sanuri  yang pada saat itu juga berada di tepi sungai.

Namun korban masih menyeberang yang akhirnya terbawa arus sungai dan hilang selama dua hari dua malam. (*)

Editor: Bambang Samudera