Jokowi Divonis Bersalah Terkait Polusi Udara di Jakarta, Cucu BJ Habibie Ini Kegirangan

Melanie Subobo, cucu Presiden BJ Habibie. foto: matamata.com

JAKARTA, PALPOS.ID — Cucu Presiden RI ke-3 BJ Habibie, Melanie Subono tak bisa membendung kegembiraannya ketika mendengar Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan Gubernur DKI Anies Baswedan serta beberapa kepala daerah lainnya divonis bersalah oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat atas kelalaian lingkungan yang diajukan penggugat sejak 2019, oleh kelompok masyarakat yang mengatasnamakan Gerakan Inisiatif Bersihkan Udara Koalisi Semesta (Ibu Kota).

Melania Subono yang juga termasuk dalam pihak pengunggat, meluapkan kegembiraannya di media sosial miliknya.

“People power. Setelah dua tahun sidang mulu, diulur ulurlah akhirnya kemarin kita, kalian menang!,” ungkap Melania Subono di laman Instagram-nya, dikutip Sabtu (18/9/2021).

Melanie Subono yang juga musisi ini akui risih ketika dalam sidang, nama Presiden Jokowi dan Anies Baswedan disebut-sebut oleh Hakim.

Dia bilang, ikut berpatisipasi dalam mengunggat petinggi negara itu, karena merasa sedih melihat Kota Jakarta nomor satu terpolusi di Dunia. Padahal di Jakarta hampir tidak ada pabrik-pabrik besar.

“Padahal kita bahkan enggak ada pabrik. Makanya kota-kota sebelah yang mengirimkan kita imbas, pun tergugat. Plus KLHK (Kementrian Lingkungan Hidup). Sedih liat angka kematian bayi tinggi dll. ISPA. Orang lansia. dan lainnya,” ujarnya.

Melanie Subono akui, selama menggugat, dirinya juga tidak banyak merokok dan tak menggunakan mobil sebagai ikhtiarnya mengurangi polusi di Kota Jakarta.

“Di awal mulai gugatan ini, gue sudah enggak punya mobil. Enggak punya hairdryer, microwave dan lain-lain. Dan hari ini gue sudah berhasil mengurangi rokok dari dua bungkus jadi 5 batang dan gradually harus turun,” tuturnya.

Dia memastikan ini bukan politis, melainkan dirinya ingin semua sadar bahwa kita semua berhak atas udara bersih dan para petinggi itu lalai.

“Bahkan tidak memberi info polusi yang ada di UU kok. Mau bantu? Downlot di aplikasi-aplikasi kayak airvisual atau nafas. Karena kalian berhak! Monitor terus,” jelasnya.

“Masa sudah tanah enggak punya, air bayar, hutan dijual, masa napas pun enggak dapat hak. Lakukan part kita. Stop bakar sampah. Tanam pohon,” timpalnya.

“Karena ini terjadi di tiap pemimpin. Baru kali ini aja pengadilan mau menerima dan gue ada yang ngajarin dan ngajak. Anyway makasih buat support ya, dijaga ya plis,” pungkas Melania Subono. (dal/fin)