Kampung Ulung Telan Dana APBN Rp12 Miliar

Kawasan Kampung Ulung Kota Lubuklinggau.

LUBUKLINGGAU, PALPOS.ID – Proyek pembangunan fisik Kampung Ulung, di Kelurahan Ulak Surung, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Kota Lubuklinggau telan dana APBN 2020/2021 dengan  total anggaran Rp 12 miliar.

Proyek dari  Balai Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tersebu,t saat ini sudah tuntas 100 persen.

“Untuk kelengkapan taman dan akses jalan utama menuju ke perkampungan akan dilanjutkan dan diselesaikan Pemerintah Kota Lubuklinggau,” ujar Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe (Nanan), belum lama ini.

Menurut Nanansapaan akrabnya, proyek pembangunan fisik Kampung Ulung itu bertujuan untuk mencega erosi Daerah Aliran Sungai (DAS) saat terjadi banjir bandang. Dengan begitu perkampungan disana aman dari longsor dan banjir.

“Seperti kita tahu beberapa kali terjadi banjir bandang, airnya sampai ke jembatan dan membuat daerah sana tergerus dan air masuk hingga pemukiman warga,” jelasnya.

Jadi tujuan awalnya, tambah Nanan, bukan hanya semata-mata untuk objek wisata di DAS atau tepian Kelingi. Namun tujuan pokok justru menciptakan keamanan bagi warga setempat dari ancaman banjir.

Kendati demikian, lokasi itu juga bisa dimanfaatkan sebagai objek wisata. “Jadi pembangunan tersebut bisa multi fungsi,” ujarnya.

Untuk pengelolaan dan perawatan Kampung Ulung tersebut lanjut Nanan, nanti akan diserahkan kepada melompok masyarakat setempat. “Nanti juga akan kita serahkan kepada kelompok masyarakat situ untuk mengelolanya untuk merawatnya,” kata Nanan.

Sementara itu, Akhirul (43), warga Kecamatan Lubuklinggau Utara, menyambut positif pembangunan tersebut. Terlebih dengan adanya pembangunan di DAS tersebut, bukan hanya warga setempat yang aman dari ancaman banjir. Namun menambah keindahan dan cantiknya wajah Kota Lubuklinggau.

Apa lagi Sungai Kelingi dan Bukit Sulap yang menjadi view background pembangunan tersebut. “Intinya kita masyarakat tidak tahu walikota mau menggunakan dana APBD atau APBD, yang penting ada pembangunan nyata,” pungkasnya. (*)