Kapolda Deadline Anggota Tujuh Hari Selesaikan Tiga Kasus Menonjol

Kapolda Sumsel saat menjalin silaturahmi bersama media, Jumat (17/09). Foto: pahmi/palpos.id

PALEMBANG, PALPOS.ID – Tegaskan segera ungkap tiga kasus menojol yang terjadi di wilayah Sumatra Selatan, Kapolda Sumsel Irjen Pol Toni Harmanto memberi langsung antensi alias berikan batas waktu (deadline) kepada jajaran dibawahnya agar menyeselaikan kasus tersebut.

Diketahui tiga kasus tersebut yakni terjadi di wilkum Polrestabes Palembang, Polres Lahat dan Polres Ogan Ilir. Tidak hanya itu, Irjen Pol Toni memberi waktu selama tujuh hari kepada Kapolres masing masing untuk mengungkap kasus tersebut.

“Harus segera diungkap, waktunya minimal tujuh hari,” ujarnya saat menjalin silaturahmi bersama pimpinan redaksi media, baik online, elektornik maupun cetak serta bersama para wartawan,” terangnya, Jumat (17/09).

Tiga kasus tersebut diketahui, yang pertama yakni kasus di Palembang yang dimaksud begal terhadap seorang ibu-ibu, korbannya Ida (43) dimana TKPnya di kawasan KM 12 Palembang.

Akibat kejadian tersebut Ida kehilangan satu unit sepeda motor. “Saya sudah meminta Kapolrestabes (Palembang) agar segera mengungkapnya. Minimal tujuh harus terungkap tentunya di back up oleh Ditreskrimum,” jelasnya.

Kemudian kasus kedua yakni penemuan jenazah perempuan bernama Tarbiyah (50) yang tewas dengan luka gorok di leher bahkan nyaris putus, jenazah korban ditemukan di pinggir jalan tepi sawah Desa Seribanding, Kecamatan Pemulutan Barat, kabupaten Ogan Ilir Jumat (17/9), sekitar pukul 05.15 WIB.

Terakhir yakni kasus di Kabupaten Lahat terhadap seorang kurir ekspedisi bernama Riko M (24) yang nyaris tewas ditembak kawanan begal.

Kejadian tersebut bermula saat korban dalam perjalanan dengan sepeda motornya untuk mengantarkan paket milik konsumen, setibanya di jalan Raya Desa Pulau Beringin persisnya di Tebing Pangkuran, Kecamatan Kikim Selatan, korban dicegat oleh dua orang pelaku tidak dikenal, kemudian seorang pelaku mengeluarkan senjata api dan langsung menembakkannya ke arah punggung korban.

Beruntung karena pada saat kejadian ada warga yang melintas dan langsung membawa korban ke Puskesmas terdekat dam di rujuk ke RSUD Lahat, akibat kejadian tersebut korban tetap kehilangan satu unit ponsel dan uang tunai Rp 3 juta.

Selain mengalami dua luka tembakan di bahu sebelah kanan, korban juga kehilangan satu unit Smarphone dan uang tunai sekitar Rp.3 juta.

“Saya juga sudah meminta Kapolres Ogan Ilir dan Lahat untuk segera mengungkap kasus ini dalam seminggu, karena saya dulu juga pernah seperti ini diminta untuk cepat mengungkap kasus menonjol,” tutupnya. (*)

Editor: Bambang Samudera