Sentuhan The Special One

Jose Mourinho. (Getty Images)

ITALIA, PALPOS.ID – Musim ini baru berlangsung kurang dari sebulan bagi AS Roma. Tapi, sentuhan mentalitas pemenang yang diberikan allenatore Jose Mourinho sudah menampakkan hasil di skuad Giallorossi.

Enam laga awal sukses disapu bersih oleh AS Roma. Tiga laga di Serie A dan tiga laga di Liga Konferensi Europa.

Di antara klub dalam liga elite Eropa musim ini, tidak ada yang punya statistik sesempurna Giallorossi. Tim bertabur bintang seperti Paris Saint-Germain mungkin streak menang (5 laga) di Ligue 1.

Tapi, klub yang diperkuat Lionel Messi, Neymar Jr, dan Kylian Mbappe itu sudah kalah dalam Trophee des Champions dan seri saat mengawali Liga Champions.

”Sesto” atau yang berarti keenam jadi tagline di beberapa media ibu kota Italia menyambut streak enam kemenangan AS Roma musim ini.

Kemenangan keenam diraih Lorenzo Pellegrini dkk dengan pesta lima gol (5-1) ke gawang CSKA Sofia di Stadio Olimpico kemarin (17/9).

Kemenangan kemarin sekaligus bertepatan dengan laga ke-1.001 Mourinho di dunia kepelatihan.

Pria asal Setubal, Portugal, itu berkarier sejak 2000 bersama SL Benfica. Pemilik julukan The Special One tersebut lalu berkelana bersama Uniao de Leiria, FC Porto, Chelsea (dua periode), Inter Milan, Real Madrid, Manchester United, Tottenham Hotspur, hingga kini bersama AS Roma.

”Sejak datang ke Trigoria (lokasi markas latihan AS Roma, Red), dia mampu memberikan kami sebuah perasaan yang spesial,”

”Perasaan yang tidak pernah kami rasakan sebelumnya,’’ ungkap il capitano sekaligus gelandang Pellegrini kepada Sky Sport Italia.

Perasaan yang dimaksud Pellegrini tak lain mentalitas pemenang. Mentalitas yang juga pernah dirasakan centrocampista berusia 25 tahun itu di musim pertamanya berada di tim utama Giallorossi. Yaitu, pada musim 2014–2015 bersama allenatore Rudi Garcia.

Bahkan, streak enam pertandingan itu merupakan kali kedua ditorehkan Garcia setelah musim 2013–2014. Tapi, streak pada era Garcia hanya mentok di angka enam.

Dalam laga ketujuh, AS Roma malah keok. Hal itulah yang jadi tantangan Pellegrini cs saat menghadapi tuan rumah Hellas Verona di Stadio Marc’Antonio Bentegodi dalam lanjutan Serie A pada Minggu malam (19/9).

”Kami tidak boleh berpuas diri dan harus terus memperbaiki diri kalau kami ingin memenangi sesuatu musim ini,’’ imbuh Pellegrini yang mencetak dua gol ke gawang CSKA Sofia kemarin.

Selain musim pertama di era Garcia, Pellegrini pernah merasakan streak enam laga di awal musim saat era Eusebio Di Francesco (2017–2018).

Menanggapi tantangan untuk melanjutkan bulan madu kemenangan bersama AS Roma, Mourinho berusaha mengerem ekspektasi. ”Ini masih awal musim,” tegasnya kepada Corriere dello Sport.

”Ini musim yang maraton. Kami baru memenangi enam pertandingan dan bukan 60 pertandingan. Kami harus mampu mengontrol tempo kami,’’ imbuh The Special One. (JawaPos.com)