Kejar KLA, Bentuk Sekolah Ramah Anak

Asisten II H Riswandar SH MH membuka pelatihan sekolah ramah anak. (Foto : Ozi/Palpos.id)

MUARAENIM , PALPOS.ID – Pemerintah Kabupaten Muara Enim berkomitmen mewujudkan Kabupaten Layak Anak (KLA). Diantaranya dengan membentuk sekolah yang ramah anak guna mendukung sistem dan strategi pemenuhan anak di Bumi Serasan Sekundang.

Guna mewujudkan hal tersebut, Pemkab mengundang sebanyak 30 perwakilan sekolah mulai dari tingkat SD, SMP dan SMA sederajat untuk mengikuti Pelatihan Sekolah Ramah Anak (SRA) Kabupaten Muara Enim Tahun 2021 di Hotel Griya Sintesa Muara Enim, Senin (20/9).

Pelatihan yang berlangsung selama dua hari dibuka Pj Bupati Muara Enim yang diwakili oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Pemkab Muara Enim H Riswandar SH MH.

Dalam sambutannya asisten II mengatakan selain memberikan perhatian besar terhadap peningkatan kualitas pendidikan, Pemkab Muara Enim tentunya juga berkomitmen mewujudkan sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA).

“Pemkab Muara Enim telah mendesain dan menyosialisasikan sebuah sistem dan strategi pemenuhan hak-hak anak yang terintegrasi dan berkelanjutan dengan mengembangkan kebijakan KLA,”kata Riswandar.

Melalui pelatihan ini, lanjutnya diharapkan dapat meningkatkan kapasitas tenaga penyelenggara pendidikan dalam memahami kewajiban pendidik menciptakan kondusivitas sekolah.Sehingga anak merasa nyaman dan dapat mengekspresikan potensinya.

Kemudian menanamkan tanggung jawab agar anak menghormati hak-hak orang lain, kemajemukan dan menyelesaikan masalah perbedaan tanpa melakukan kekerasan. “Diharapkan kebaikan itu akan menular pada sekolah maupun lingkungannya,” ujarnya.

Sementara Kepala MTs Negeri 2 Muara Enim, Widyawati siap mendukung KLA di Kabupaten Muara Enim dengan turut menciptakan lingkungan sekolah ramah anak. Menurutnya, lingkungan sekolah merupakan lingkungan yang penting bagi anak. Mereka menghabiskan hampir sebagian waktu mereka dalam sehari untuk belajar di sekolah.  “Sekolah ramah anak dibuat sebagai usaha untuk mencegah terjadinya kekerasan, diskriminasi, sekaligus media perlindungan bagi anak ketika mereka berada di sekolah,”ujarnya.

Lebih lanjut, dirinya siap  dan bersedia mewujudkan sekolah yang ramah anak mengikuti program yang telah di buat oleh pemerintah. “Kita akan berusaha semaksimal mungkin membuat siswa nyaman dan aman berada di lingkungan sekolah,”pungkasnya. (*)