Aniaya Keponakan Sendiri, Seorang Buruh Ditangkap Polisi

Novi Supentri pelaku penganiayaan saat diamankan di mapolres prabumulih, Selasa (21/9/2021)

PRABUMULIH, PALPOS.ID – Novi Supentri (48), terpaksa berurusan dengan aparat penegak hukum. Pasalnya, pria yang bekerja sebagai buruh tersebut telah melakukan penganiayaan terhadap Selvina Anggraini  (25), yang tak lain adalah keponakannya sendiri Rabu (14/8) yang lalu.

Akibatnya, Warga Jalan Tenggamus Kelurahan Muara Dua Kecamatan Prabumulih Timur Kota Prabumulih itu, ditangkap unit pidum Satreskrim Polres Prabumulih, saat berada di rumahnya, Senin (20/9/2021) sekitar pukul 21.30 WIB.

Selain menangkap pelaku, petugas menyita 1 buah sendal merk Carvil yang digunakan pelaku saat memukul korban. Guna kepentingan penyidikan, pelaku langsung digelandang ke mapolres Prabumulih.

Informasi dihimpun, penangkapan terhadap Novi Supentri bermula dari laporan Suci Selvina Anggraini  (25), yang tak lain adalah keponakannya sendiri, di SPK Polres Prabumulih pertengahan Agustus 2021 lalu.

Dalam laporannya, warga Jalan Sumatera Kelurahan Gunung Ibul tersebut mengatakan, saat sedang berada dikawasan Jalan Tri Sukses Kelurahan Mangga Besar Kecamatan Prabumulih Utara dirinya dianiaya oleh Novi Supentri.

Saat itu pelaku yang bekerja sebagai buruh tersebut datang menghampirinya dan langsung marah-marah, selanjutnya pelaku langsung memukul korban menggunakan sandal Carvil dibagian kepala dan tangan hingga membuat kepala dan tangan korban menjadi lebam-lebam.

Menindaklanjuti laporan korban, tim opsnal unit pidum satreskrim polres prabumulih dipimpin Kanit Pidum Ipda Dohan STRk langsung melakukan penyelidikan. Hingga akhirnya, petugas berhasil menangkap pelaku saat berada di rumahnya.

“Saat ini pelaku berinisial NS yang merupakan paman korban, sudah kita tangkap dan masih menjalani pemeriksaan,” ujar Kapolres Prabumulih, AKBP Siswandi SH Sik MH melalui Kasatreskrim, AKP Jailili SH MSi.

Ditanya mengenai motif penganiayaan tersebut,Jailili menuturkan hal tersebut dikarenakan cekcok mulut. “Cekcok mulut, nah cekcok mulut karena apa masih kita dalami,” tuturnya sembari mengatakan perbuatan pelaku dapat dijerat Pasal 351 tentang penganiayaan. (*)