Dewan Dorong Penataan Kolam Retensi dan Drainase Untuk Cegah Genangan Air Ketika Turun Hujan

Genangan air yang terjadi di Jalan May Salim Batubara Sekip Kota Palembang saat diguyur hujan, belum lama ini. (Foto : Koer/Palpos.id)

PALEMBANG, PALPOS.ID – Persoalan banjir yang melanda Kota Palembang masih terus terjadi hingga saat ini. Terbukti ketika intensitas hujan tinggi mengguyur kota empek-empek hanya kurun waktu satu jam saja, banjir sudah menggenangi sejumlah wilayah dn ruas jalan utama kota. Kondisi ini tak pelak, langsung berdampak terhadap aktifitas warga terutama lalulintas yang macet panjang.

Belum lagi sejumlah perkampungan yang terendam hingga aktifitas warga sekitar terganggu bahkan kondisi ini tak jarang menimbulkan gangguan kesehatan di masyarakat. Hal ini menjadi perhatian, stressing serta penekanan DPRD Kota Palembang terhadap pemerintah kota. Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Palembang, Alex Andonnis mengatakan, ada sejumlah upaya yang harus terus dilakukan untuk mengatasi banjir.

“Yakni penataan dan pemeliharaan kolam retensi agar fungsinya maksimal. Selain penataan juga perlunya pertimbangan penambahan kolam retens,” jelas Alex belum lama ini. Tak hanya itu, Alex juga menyoroti maksimalisasi fungsi drainase khususnya di setiap ruas jalan baik jalan utama maupun alternative Kota Palembang. “Artinya pemeliharaan drainase juga perlu menjadi perhatian. Mungkin sumbatan sampah dan lainnya sebagainya membuat fungsi drainase tak maksimal. Kondisi ini membuat tampungan volume air ke drainase tak mengalir hingga berdampak pada meluapnya volume air ke jalan dan pemukiman penduduk,” jelasnya.  Anggota DPRD Palembang dari Fraksi NasDem Persatuan Pembangunan, Drs H Paedol Barokat juga menyoroti persoalan banjir ini.

“Persoalan banjir salah satu penyebabnya masalah sampah tak hanya yang dibuang sembarangan di darat namun juga di selokan dan sungai bending. Perilaku membuang sampah sembarangan ditambah drainase yang tak berfungsi maksimal membuat mudahnya genangan air yang tumpah baik ke jalan maupun pemukiman penduduk ketika turun hujan,” ungkap politisi asal PPP ini.Masalah ini lanjut Paedol, harus menjadi perhatian secara rutin oleh Pemkot Palembang melalui Lurah dan Camat serta Ketua Rukun Tetangga (RT) di masyarakat. “Perlu sosialisasi secara kontinyu oleh ketua RT RW untuk mengingatkan masyarakat agar jangan membuang sampah sembarangan. Karena persoalan banjir harus menjadi tanggung jawab semua bukan hanya pemerintah namun juga masyarakat,” ingatnya.

Pendapat tak jauh berbeda juga diungkapkan Ketua Fraksi PKS DPRD Palembang, M Hibbani. Menurut Hibbani,  penumpukan sampah ditambah dengan drainase yang rusak hingga tampungannya menyempit juga bisa menjadi factor mudahnya terjadi genangan air jika hujan turun. “Persoalannya tidak hanya pada drainase yang rusak namun tak jarang ada jalan alternative yang justru tidak memiliki drainase. Ini harus menjadi perhatian sehingga tindakan yang dilakukan bukan hanya pada perbaikan namun pembangunan dan pengadaan drainase di ruas-ruas jalan alternative,” tukasnya. (*)