Juarsah Berharap Bebas dari Jeratan Hukum.

H Juarsah tersangka kasus dugaan korupsi fee proyek di kabupaten Muara Enim, saat diwawancarai wartawan usai menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Kelas IA Palembang, Selasa (21/9/2021).

PALEMBANG, PALPOS.ID – Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kelas IA Palembang kembali menggelar sidang kasus dugaan korupsi fee 16 paket proyek di Kabupaten Muara Enim, dengan terdakwa Juarsah, dengan diketuai hakim ketua Sahlan Effendi SH MH, Selasa (21/9/2021).

Dalam sidang tersebut, kuasa hukum Juarsah mendatangkan dua saksi, yakni Drs Ardiyan Saptawan SH M Si, dan Ahli Hukum Pidana yakni Dr Sri Sulastri SH M Hum.

Dikonfirmasi JPU KPK Rikhi B Maghaz menuturkan, berdasarkan pertanyaan dan jawaban ahli tadi lebih mengarah pada wewenang jabatan Wakil Bupati.

“Dari keterangan ahli tadi kalau mereka  menekankan bahwa ada perbedaan tanggung jawab antara Bupati dan Wakil Bupati,” ujarnya Selasa (21/9).

Ia mengungkapkan, saat memberikan keterangan, ahli tadi masih formal dan tidak ada yang membantah fakta-fakta persidangan. “Menurut kami dari keterangan dua orang tersebut justru sangat membantu dakwaan kami dalam perkara ini,” ungkapnya.

Sementara itu usai menjalani sidang Juarsah mengatakan, kalau ia berharap dapat bebas dari jerat hukum dalam perkara tersebut.

“Dalam persidangan tadi kita sama-sama mendengar dan selebihnya saya serahkan ini sepenuhnya kepada kuasa hukum saya. Saya berharap dapat bebas dari segala dakwaan dan pidana ini,” katanya. (*)