Polres Prabumulih Sumbang 30 Kantong Darah

Anggota satlantas polres Prabumulih mendonorkan darahnya pada kegiatan peringatan HUT polantas ke 66, di Mako satlantas polres Prabumulih, Selasa (21/9/2021). (Foto : Prabu/Palpos.id)

PRABUMULIH, PALPOS.ID – Dalam rangka memperingati HUT Polisi Lalulintas (Polnatas) ke 66, Polres Prabumulih menggelar bhakti sosial donor darah, di Mako Satlantas Polres Prabumulih, Selasa (21/9/2021).

Dalam kegiatan tersebut, Polres Prabumulih berhasil mengumpulkan 30 kantong darah dan langsung diserahkan ke Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Prabumulih yang kemudian diberikan ke Unit Tranfusi Darah (UTD) RSUD Prabumulih.

“Kegiatan ini (donor darah, red), bekerjasama dengan PMI Kota Prabumulih dan UTD RSUD Prabumulih. Target kita sebenarnya seratus kantong darah, tapi karena banyak anggota yang ada kegiatan dan juga ada beberapa yang tidak bisa mendonorkan darahnya sehingga yang terkumpul sebanyak 30 kantong,” ujar Kapolres Prabumulih, AKBP Siswandi SIk MH kepada wartawan, Selasa (21/9).

Dikatakannya, dengan kegiatan donor darah tersebut diharapkan dapat memenuhi stok darah di UTD RSUD Prabumulih yang kerap mengalami kekosongan. “Masyarakat sangat membutuhkan donor darah, sementara stok darah sering kosong. Terlebih dimasa pandemi ini, karena itulah kami mencoba membantu melalui kegiatan donor darah ini,” bebernya.

Sementara, Wakil Ketua PMI Kota Prabumulih, Hj Reni Indayani SKM mengaku sangat menyambut baik kegiatan donor darah yang dilaksanakan Polres Prabumulih tersebut. “Kami sangat memerlukan sekali (donor darah),” ungkapnya.

Dikatakan isteri wawako Prabumulih, H Andriansyah Fikri ini, kebutuhan darah di Kota Prabumulih saat ini mencapai 400 kantong darah perbulannya. “Mudah-mudahan dengan banyaknya kegiatan seperti ini, bisa terpenuhi (stok darah),” ucapnya.

Lebih lanjut Wakil Ketua TP PKK Prabumulih ini menuturkan, agar stok darah selalu tersedia berbagai cara terus dilakukan oleh PMI salah satunya dengan melakukan “jemput bola”. “PMI ada mobil donor darah keliling, jadi meskipun tidak ada momen tetap bisa melayani donor darah,” tuturnya.

Ditanya mengenai kesadaran masyarakat untuk donor darah, Reni menuturkan saat ini sudah mulai meningkat. “Tapi masyarakat masih sering bingung kemana mau donor darah, makanya kita berencana menempatkan petugas di kecamatan-kecamatan,” pungkasnya. (*)