Seratus Guru Ikuti Bimtek PAUD Holistik Integratif

Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang, Ahmad Zulinto, bersama H Bahrin SPd MM Kabid TK/SD Disdik Kota Palembang, dan panitia lainnya foto bersama disela sela acara, Selasa (21/09). Foto: popa/palpos.id

PALEMBANG, PALPOS.ID – Dalam rangka mewujudkan implementasi Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI), Dinas Pendidikan Kota Palembang mengelar kegiatan bimbingan teknis peningkatan kapasitas PAUD HI kepada satuan PAUD di Palembang tahun 202I.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang Ahmad Zulinto menyambut baik pelaksanaan holistik integrative ini, untuk membangun karakter anak dengan cara mendorong semangatnya, menjaga kesehatan dan kecerdasannya. Selain itu, gizinya juga harus diperhatikan sehingga anak-anak ini menjadi anak-anak berkarakter.

“Kegiatan ini sangat positif untuk mendidik dalam perkembangan anak secara optimal. Sehingga akan lahir generasi muda yang berkarakter,” kata Zulinto, usai menghadiri acara tersebut di ballroom Hotel Win Palembang, Selasa (21/9).

Dengan kegiatan ini, Zulinto berharap para tenaga pendidik dapat melakukan pembinaan dan bimbingan kepada anak, sehingga mereka bisa berkembang secara optimal emosional dan spiritual sehingga berkarakter.

“Sehingga anak-anak berkarakter berkelanjutan di pendidikan formal baik itu di SD, SMP maupun jenjang yang lebih tinggi, bimtek ini akan menjadi program untuk perkembangan anak masa depan.

“Saya harap kegiatan yang positif ini bisa diteruskan ditahun tahun berikutnya,” ujar Zulinto, sembari mengatakan kalau saat ini pihaknya memperbolehkan sekolah untuk mengelar tatap muka tetapi dengan prokes ketat.

Sementara itu, H Bahrin SPd MM Kabid TK/SD Disdik Kota Palembang, mengatakan kegiatan ini adalah program pusat yang diserahkan langsung kepada kabupaten/kota dan Palembang kota pertama yang menggelar bimtek ini. “Pendidikan PAUD merupakan pendidikan dasar bagi perkembangan anak lebih awal,” ujar Bahrin.

Menurut Bahrin jumlah TK di Palembang mencapai 725  di Palembang  namun yang baru mengikuti program ini sekitar 100 TK. “125 TK lagi akan kita buat pada tahun depan, namun menunggu Perwali terlebih dahulu, Perwali ini menjadi dasar hukum untuk melaksanakan kegiatan bagi lembaga TK, dan setelah Perwali keluar maka dapat dialokasikan anggarannya pada tahun 2022 mendatang,” kata Bahrin.

Bahrin juga menyebut kegiatan ini diikuti 10 utusan  dari fasilitator yakni 2 utusan dari IGTKI, 2 utusan dari HIMPAUDI, 2 utusan dari Penilik, 2 utusan dari PKG dan 2 utusan dari Pengelola PAUD. (*)

Editor: Bambang Samudera