Dua Masjid Jadi Sentra Pelayanan Vaksinasi Covid-19

Penyerahan Sertifikat Vaksinasi oleh Ketua PP DMI Bidang Kesehatan dan Sanitasi, Dr H Abidinsyah Siregar kepada Sekda OI H Muhsin Abdullah, Rabu (06/10). Foto: isro/palpos.id

INDRALAYA, PALPOS.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Ilir (OI), bekerjasama dengan SKK Migas Sumsel, Personal Health Record (PHR) Region 1 zona 4, Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Sumsel, DMI Ogan Ilir, Dinas kesehatan (Dinkes) Sumsel dan Dinkes OI, menggelar Vaksinasi Covid-19, pada Rabu (06/10).

Adapun giat vaksinasi ini dilakukan di dua masjid yakni Masjid Agung An Nur di Komplek Perkantoran Terpadu (KPT) Tanjung Senai, dan di Masjid Al Ikhsan di SMPN 1 Indralaya.

Ketua PP DMI Bidang Kesehatan dan Sanitasi, Dr H Abidinsyah Siregar mengungkapkan, giat vaksinasi ini merupakan yang pertama dilakukan di Provinsi Sumsel. Ia menuturkan ini merupakan pendekatan vaksinasi kepada masyarakat melalui masjid.

‘’Ini merupakan vaksinasi dosis pertama. Adapun vaksinasi kali ini kita menggunakan vaksin sinovac,” terangnya, didampingi Anggino Ma Hendrawan sebagai Kepala perwakilan SKK Migas Sumbagsel, Ketua DMI Sumsel dan Kedua DMI OI, Rabu (06/10).

Ditambahkanya, untuk di wilayah Sumsel, pihaknya baru bekerjasama di lima wilayah Kabupaten /kota yakni di Kabupaten Ogan Ilir, Musi Rawas, Musi Banyuasin, Musi Rawas Utara dan Kota Palembang.

“Target kita itu 1.500 dosis perharinya di setiap Masjid. Untuk di OI dibagi dua Masjid, artinya 750 permasjidnya. Mengapa demikian, karena kalau kita hitung per satu jamnya terdapat 100 dosis yang disuntikan, maka kalau 5 jam bisa 500 dosis. Itu kita lihat tadi petugas medisnya di bagi ke dalam beberapa kelompok. Mudah-mudahan target kita ini dapat terwujud,” terangnya.

Masih kata Abidinsyah, saat ini Indonesia menempati urutan kelima tingkat internasional dalam pelayanan vaksinasi dengan lebih dari 50 persen masyarakat Indonesia telah menerimaa vaksinasi. “Kalau vaksinasi di Sumsel itu sekitar 27 hingga 30 persen,” ungkapnya.

Disinggung terkait kelangkaan pasokan vaksin dan tidak meratanya vaksinasi kepada masyarakat di setiap daerah di Indonnesia, ia mengatakan itu tergantung bagaimana pemerintah setempat dalam mengupayakan dan meresponya.

Pemkab OI dalam hal ini Bupati Ogan Ilir Panca Wijaya Akbar yang diwakilkan kepada Sekretatis Daerah(Sekda) H Muhsin Abdullah mengatakan sangat berterimaksih dan menyambut baik giat sentra vaksinasi  tersebut.

“Alhamdullah masyarakat terbantukan dengan adanya vaksinasi diluar kebiasaan (program pemerintah) yang biasa kita lakukan. Bagi kami pemerintah OI mempersilahkan siapa saja yang mempunyai prakarsa yang bisa mendatangka vaksin dan bekerjasama dengan pemerintah untuk memasok atau menyuplai vaksin,” ungkapnya.

Diungkapkanya sebelumnya vaksinasi dilakukan oleh TNI dan Polri, pemerinta dan sekarang dari DMI beketjasama dengan SKK Migas. “Kita tunggu nanti siapa lagi yang dapat mensuplai vaksin ini sebanyak-banyaknya untuk masyarakat kita agar kita dapat mengejar Herd Immunity,” terangnya.

Salah seorang peserta yang mendapatkan vaksin gratis dari hasil kerjasama tersebut, M Kenang (31), warga Desa Meranjat, Kecamatan Meranjat, Ogan Ilir, mengaku senang dengan adanya kegitan vaksinasi itu.

“Sangat senang, selain untuk menjaga daya tahan tubuh dalam mengahadapi virus corona kartu vaksinya saat ini sangat dibutuhkan untuk bepergiaan dan yang terpenting gratis,” tandasnya.

Adapun persyaratan yang harus di lengkapi, diakuinya hanya membawa KTP OI saja. “Sebelumnya kita sudah di rekomendasikan dan diarahkan oleh kades setempat,” tutupnya. (*)

Editor: Bambang Samudera