Penelitian: Booster Vaksin Pfizer Terbukti Lebih Manjur dari Sinovac

Ilustrasi vaksin covid-19. Foto: istimewa/harnas.id

JAKARTA, PALPOS.ID – Vaksin ketiga atau booster vaksin Covid-19 sudah mulai diberikan di sejumlah negara pada lansia dan tenaga kesehatan. Bicara soal efektivitas dan kemanjuran, vaksin apa yang paling tepat untuk booster?

Sebuah penelitian di Turki mengungkapkan, jika seseorang sudah diimunisasi penuh dengan vaksin Covid-19 Sinovac Biotech, lalu menambahkan suntikan booster Pfizer/BioNTech dapat menghasilkan perlindungan yang lebih besar. Booster Pfizer diklaim lebih manjur daripada dosis Sinovac ketiga.

Petugas kesehatan yang menerima suntikan booster dosis Pfizer/BioNTech ditemukan memiliki tingkat antibodi yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang menerima dosis ketiga vaksin CoronaVac Sinovac, bila diukur 28 hingga 45 hari setelah suntikan. Peneliti medis di Universitas Manisa Celal Bayar menemukan fakta itu.

Penelitian itu dilakukan menurut hasil awal studi skala kecil terhadap pekerja rumah sakit yang divaksinasi. Temuan tersebut, muncul ketika negara-negara di seluruh dunia memutuskan apakah akan memberikan suntikan penguat untuk meningkatkan perlindungan terhadap Covid-19 dan berusaha mengoptimalkan perlindungan.

“Hasil penelitian mengungkapkan vaksin Pfizer/BioNTech yang diterapkan pada vaksin dosis ketiga menunjukkan keunggulan perlindungan yang signifikan baik dalam hal tingkat antibodi maupun status penyakit, dibandingkan dengan vaksin CoronaVac dosis ketiga,” kata para peneliti seperti dilansir dari South China Morning Post, Selasa (5/10).

Namun, faktanya, semua dari hampir 500 peserta yang menerima tiga dosis vaksin mencapai tingkat antibodi pelindung apapun jenis vaksinnya. Staf rumah sakit yang termasuk dalam penelitian ini divaksinasi pada bulan Januari, ketika Turki memulai peluncuran CoronaVac, dan menerima dosis kedua mereka pada Februari. Pada bulan Juli, Turki mulai menawarkan suntikan booster kepada pekerja rumah sakit karena khawatir akan varian Delta.

Antara 1 Juli dan 24 September, kurang dari 1 persen dari 902 pekerja rumah sakit yang divaksinasi penuh dengan CoronaVac dan menerima booster Pfizer/BioNTech terinfeksi Covid-19. Dan 130 lainnya diberi booster CoronaVac, 3,84 persen terinfeksi. Hasil diukur 28 sampai 45 hari setelah vaksinasi ketiga. Tak satu pun dari pekerja yang terinfeksi dirawat di rumah sakit.

Namun untuk tes antibodi, yang dilakukan di laboratorium dengan menggunakan darah dari orang yang divaksinasi, 95 persen peserta yang menerima Pfizer/BioNTech untuk dosis ketiga mereka memiliki kadar antibodi di atas titer maksimum dalam periode 28 hingga 45 hari setelahnya. Fakta itu terjadu pada 8,2 persen dari mereka yang menerima dosis Sinovac ketiga dalam periode yang sama.

Di sisi lain, Sinovac juga telah merilis data tentang rejimen booster untuk vaksinnya, menemukan bahwa menetralkan titer antibodi pada hari ke-28 setelah dosis ketiga adalah tiga hingga lima kali lebih tinggi daripada 28 hari setelah suntikan kedua. Setelah dosis booster, antibodi tetap pada tingkat yang relatif tinggi dibanding suntikan kedua, menurut data Sinovac yang diserahkan ke Organisasi Kesehatan Dunia. (Jawapos)