Cerdaskan Anak Bangsa Cakap Digital, Pemkab OKI Dorong Implementasi Multi Learning Teacher

Asisten bidang Pemerintahan dan Kesejaterahan Rakyat Kabupaten OKI, Drs H Antonius Leonardo MSi dalam webinar pendidikan yang dilaksanakan, Jumat (08/10). Foto : Diskominfo OKI

KAYUAGUNG, PALPOS.ID – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dorong tenaga pengajar di Bumi Bende Seguguk menerapkan Multi Teacher Learning guna menguasai serta bertanggungjawab dalam menggunakan Kanal Digital sebagai media pembelajaran.

Penerapan tersebut dilakukan Pemerintah Kabupaten OKI  bersama dengan APKASI, Kementrian Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia (RI), serta Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara.

Dr Himmatul Hasanah MP selaku Staf Ahli APKASI Bidang Pendidikan dan Kebudayaan dalam webinar pendidikan yang dilaksanakan Jumat, 8 Oktober 2021, mengatakan guru sebagai kompenen utama dalam pendidikan harus mampu beradaptasi dengan metode pendidikan yang perlu dilakukan di era digital seperti saat ini.

“APKASI bersama dengan Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara mendukung untuk menumbuhkan dan mengembangkan growth mindset pada tenaga pengajar. Itu artinya, pendidikan tidak hanya menyampaikan pengetahuan dan informasi melainkan membantu sisanya untuk mencari, mengidentifikasi, dan mengkontruksi pengetahuan yang dapat bermanfaat bagi kehidupan,” ungkapnya, Jumat (08/10).

Sementara itu, Bupati OKI melalui Asisten bidang Pemerintahan dan Kesejaterahan Rakyat, Drs H Antonius Leonardo, MSi menyampaikan peran strategis guru untuk mencerdaskan anak bangsa di era 4.0 ini harus di kombinasikan dengan penggunaan sarana belajar di ruang digital.

“Tanpa disadari perkembangkan teknologi memberikan cara baru dalam proses belajar- mengajar. Dengan kecangihan yang ada, tenaga pengajar memiliki peluang pemanfaatan teknologi untuk pembelajaran dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis para siswa, kemampuan dalam pemecahan masalah, kemampuan komunikasi dan kolaborasi (melalui tugas kelompok). Peluang ini yang harus dioptimalkan,” terangnya.

Dirinya menambahkan platform daring untuk belajar bisa membuat proses pembelajaran menjadi lebih menarik dan menyenangkan serta dapat mengatakan kecerdasan siswa karena adanya proses eksplorasi.

“Meskipun saat ini sudah dimulai pembelajaran tatap muka secara terbatas, saya berharap agar baik siswa dan seluruh tenaga pengajar untuk tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Sebab, ini sudah menjadi tanggung jawab kita bersama,” tuturnya.

Dalam hal ini, Menteri Kominfo RI, Johnny Gerard Plate menjelaskan salah satu hal yang perlu diasah di era ini adalah communication skill, sehingga proses pembelajaran dapat dikomunikasikan dan diinformasikan secara tepat.

“Tenaga pengajar saat ini hanya berperan menjadi fasilitator bagi para siswa tapi juga dapat membantu siswa untuk search, mencari,  menemukan secara mandiri dan dibekali dengan paradigma berpikir maju,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Selain itu tenaga pengajar juga berperan sebagai pencetus pembalajaran yang adaptif. Tidak hanya untuk belajar online, sensitivitas sosial dan rasional serta mampu beradaptasi di lingkungan digital dalam pendidikan.

“Dan tak kalah penting, guru juga berperan untuk menerapkan multi teacher learning. Maksudnya, siswa dapat belajar secara dinamis; belajar di mana saja;  kapan saja; dari siapa saja dan dari berbagai sumber yang tidak terbatas. Dan pandemi ini menguji komitmen kita, jangan lengah untuk menerapkan prokes. Lindungi diri, lindungi negeri dan cerdaskan bangsa,” tutupnya. (*)

Editor: Bambang Samudera