Kini di OKU Terdapat 19 Outlet Pertashop

Antrean kendaraan saat mengisi BBM di salah satu outlet Pertashop di kawasan Sekarjaya. (Foto : Eko/Palpos.id)

BATURAJA, PALPOS.ID – Pertashop yang diprogramkan oleh Pertamina mulai dilirik oleh masyarakat OKU. Hal ini terbukti dengan ramainya masyarakat yang mengisi BBM di outlet perpanjangan tangan pertamina tersebut.

“Lebih praktis pak, tidak perlu antre dan harganya juga sama dengan di SPBU,” kata Lian salah seorang warga Kelurahan Sekarjaya, saat dibincangi sedang mengisi BBM di pertashop, Minggu (10/10).

Sementara itu Sales Branch Manager OKU Raya Zico Aldillah Syahtian saat dikonfirmasi membenarkan saat ini pertashop menjadi pilihan pengendara untuk mendapatkan BBM saat berada jauh dari SPBU.

“Tujuan program pertashop ini untuk mempermudah masyarakat dalam memperoleh pelayanan serta untuk memenuhi kebutuhan BBM yang berkualitas bagi masyarakat terutama di wilayah pedesaan,” kata Zico.

Selain itu lanjut Zico, program pertashop ini merupakan arahan Mendagri dan Mentri BUMN untuk mempermudah masyarakat dalam mendapatkan akses BBM standart pertamina dengan harga yang pas.

Menurut Zico, saat ini untuk di OKU sudah ada sekitar 20 outlet pertashop yang tersebar di seluruh wilayah OKU diantaranya, di Kecamatan Semidang Aji yakni di Desa Padang Bindu, Kecamatan Pengandonan di Desa Tanjung Sari, Kecamatan Sinar Peninjauan di Desa Marga Bakti, Kecamatan Peninjauan di Desa Peninjauan, serta Kecamatan Lubuk Raja yakni Desa Lubuk Banjar, Desa Baturaden dan Desa Purwodono.

Selanjutnya di Kecamatan Baturaja Timur Kelurahan Sekarjaya, Kelurahan Baturaja Lama, Sukajadi, Sukaraya dan Tanjung Baru, serta Kecamatan Sosoh Buay Rayap di Desa Sukamaju. “19 outlet sudah beroperasi sedangkan 1 outlet di Desa Gunung Meraksa masih dalam proses,” tegasnya.

Dijelaskan Zico, outlet Pertashop ini menawarkan produk BBM jenis Pertamax. “Sebenarnya bukan hanya Pertamax, tapi ada juga Dexlite, LPG dan Pelumas atau bisa dikatakan produk non subsidi,” sebutnya.

Saat ini lanjutnya prospect Pertashop ini cukup menjanjikan bahkan sudah menjadi rebutan. Saat ini sudah banyak masyarakat pengusaha yang mengajukan untuk membuka bisnis ini, namun banyak yang dicancel karena belum sesuai dengan kriteria pertamina.

“Ada 21 pengajuan terpaksa belum bisa kita ACC, sebab ada beberapa hal yang belum sesuai kriteria terutama dari segi jarak antar pertashop,” jelasnya.

Zico berharap dengan adanya outle-outlet pertashop ini dapat lebih mempermudah masyarakat dalam memperoleh dan memenuhi kebutuhan BBM sesuai standart pertamina. “Harapannya semoga pertashop ini benar-benar menjadi perpanjangan tangan pertamina sebagai outlet BBM,” harapnya. (*)