Peringati Whorld Pharmacist Day, IAI Gelar Vaksin Gratis

Pengurus Cabang IAI (Ikatan Apoteker Indonesia) Cabang Muara Enim menggelar Vaksinasi COVID-19 Tahap I bagi Masyarakat Kabupaten Muara Enim di gedung Serbaguna RSUD dr HM Rabain Muara Enim. (Foto : Ozi/Palpos.id)

MUARAENIM, PALPOS.ID – Dalam rangka memperingati Word Pharmacist Day (Hari Apoteker Se-Dunia) PC (Pengurus Cabang) IAI (Ikatan Apoteker Indonesia) Cabang Muara Enim menggelar Vaksinasi COVID-19 Tahap I bagi Masyarakat Kabupaten Muara Enim di gedung Serbaguna RSUD dr HM Rabain Muara Enim, Sabtu (9/10).

Ketua PC Ikatan Apoteker Indonesia Apt Rekha Olivia M Farm Klin, mengatakan bahwa kegiatan ini di gelar dalam memperingati hari apoteker sedunia yang jatuh pada 25 September lalu dan juga sebagai sumbangsih IAI untuk pencegahan Covid 19 agar terciptanya Masyarakat yang sehat karena presentase masyarakat yang divaksin masih rendah. “Kami siap beperan aktif dalam meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat,” katanya.

Adapun sasaran vaksin adalah, lanjut Rekha, adalah usia 12 tahun keatas, lansia dan masyarakat umum dengan jumlah peserta sebanyak 200 orang yang diantaranya 91 peserta dari Pondok Pesantren Darusa’adah & masyarakat umum.

Dilanjutkan Rekha, untuk dosis pertama sendiri, IAI menyiapkan lebih kurang sekitar 220 dosis vaksin, sekitar 50 persen terfokus kepada para pelajar dan lansia.

Untuk vaksinasi dosis kedua nanti akan kita lakukan pada tanggal 6 November 2021 mendatang.

Wakil pimpinan Ponpes Darusa’adah Muara Enim, Ustadz Idwar berharap, usai dilakukan vaksinasi tahap pertama ini, para santri tingkat MA bisa melangsungkan proses belajar mengajar secara tatap muka seperti biasanya dan terciptanya heard immunity di Ponpes Darusa’adah Muara Enim.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan melalui Kabid pencegahan dan pengendalian penyakit Dinkes Muara Enim, Supri Ahmadi sangat mendukung kegiatan yang dilakukan oleh Ikatan Apoteker Indonesia PC Kabupaten Muara Enim, sebab itu bisa membantu pemerintah dalam percepatan vaksinasi terhadap masyarakat, karena angka persentase vaksinasi kabupaten Muara Enim masih sangat rendah. “Presentase vaksin kita baru sekitar 28 persen, kita secepatnya mengejar 70 persen sehingga tercipta hear immunity,” ujarnya. (*)